BERBAGI
Herman HN Resmikan Masjid Besar Baiturrahman Senilai Rp4,2 M
Wali Kota Bandarlampung Herman HN menandatangani prasasti peresmian Masjid Besar Baiturrahman Kecamatan Sukabumi, Kamis (5/11). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Wali Kota Bandarlampung Herman HN meresmikan Masjid Besar Baiturrahman di Kecamatan Sukabumi, Kamis (5/11).

Peresmian Masjid Besar Baiturrahman berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kita dalam melaksanakan ibadah harus dengan protokol kesehatan untuk kesehatan diri sendiri dan orang lain agar tidak kena wabah virus korona,” kata Herman HN.

Dia melihat sebagian besar peserta yang hadir sudah memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Perlu saya sampaikan, dalam waktu dua bulan ini pandemi Covid-19 sudah luar biasa di Bandarlampung karena kita sudah terbuka semua dan banyak warga yang keluar, pandemik meningkat tinggi,” ujar dia.

Adalagi petugas rumah sakit yang terpapar Covid-19, mungkin kurang teliti. “Bahkan yang menunggu kena Covid-19 juga, makanya puyeng saya,” lanjutnya.

Pembangunan Masjid Besar Baiturrahman diawali peletakan batu pertama oleh Wali Kota Herman HN pada 27 Februari 2012 lalu dan menghabiskan dana Rp4,2 M. Herman HN memberikan bantuan pribadi sebesar Rp25 juta dan Pemerintah Kota Rp250 juta.

Herman HN berharap seluruh pengurus masjid tetap kompak dan semakin beriman takwa dengan membantu kaum dhuafa.

“Jangan mau diajak ke sana-sini yang bukan urusan agama,” tutup dia.

Masjid Besar Baiturrahman memiliki semboyan ramah orang muda, ramah musafir, ramah anak-anak, dan ramah tetangga.

Suyanto Umar Said selaku Ketua Bidang Idarah Masjid Besar Baiturrahman mengapresiasi bantuan pemerintah dan Herman HN.

“Banyak yang ingin hadir menyaksikan peresmian atau berjumpa dengan Pak Wali Kota namun mengingat kondisi saat ini yang tidak memungkinkan, maka inilah yang kami hadirkan,” kata Umar.

Dia menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setingginya kepada tokoh agama, kaum ulama, sesepuh yang telah memulai pembangunan masjid dari yang sebelumnya musala kecil yang dimanfaatkan untuk salat Jumat, dan dinyatakan sebagai masjid jami.

“Masjid ini kan simbol secara lahiriah, ini sudah megah, tapi masih banyak program yang masih kami harapkan, menara masjid, lift, pendingin ruangan, gedung serba guna,” ujar dia.

“Untuk itu kami perlu bantuan beliau, karena kekuatan kami kurang, kami perlu pemerintah untuk menyokongnya. Dari situ nanti kami kembangkan lagi kepada hal yang sifatnya umum seperti kegiatan keagamaan tapi kalau fahamnya agak lain kita larang,” lanjut Umar.

Dia mengaku sudah banyak Program Wali Kota di bidang keagamaan yang dirasakan masyarakat salah satunya guru mengaji, dan ibadah umroh. (Josua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here