Fraksi ADEM Soroti Penurunan Belanja Daerah dalam RAPBD Lampung Barat 2026

iwan

Senin, 10 November 2025 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fraksi Amanat Demokrat (ADEM) DPRD Lampung Barat menyampaikan pandangan umum terhadap Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna yang digelar di ruang sidang DPRD setempat, Senin (10/11/2025). Pandangan fraksi tersebut dibacakan oleh Sekretaris Fraksi ADEM, Bambang Kusmanto.

Lampung Barat (Netizenku.com): “Dalam penyusunan RAPBD 2026, Fraksi ADEM menekankan pentingnya penerapan anggaran berbasis kinerja yang berfokus pada hasil program dan kegiatan yang terukur,” ujar Bambang saat membacakan pandangan fraksi. Menurutnya, pendekatan berbasis kinerja menjadi penting agar penggunaan anggaran dapat lebih efektif dan efisien dalam mendukung pembangunan daerah yang berpihak kepada masyarakat.

Fraksi ADEM mencermati pendapatan daerah Lampung Barat masih sangat bergantung pada dana transfer dari Pemerintah Pusat, sementara kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. “Ketergantungan terhadap dana pusat menjadi tantangan serius bagi kemandirian fiskal daerah,” tegas Bambang.

Baca Juga  Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fraksi juga meminta penjelasan dari pemerintah daerah terkait strategi peningkatan PAD tanpa menambah beban masyarakat. Selain itu, Fraksi ADEM mendorong agar potensi ekonomi lokal seperti pertanian, pariwisata, dan hasil hutan bukan kayu dapat dioptimalkan menjadi sumber PAD baru.

Dalam RAPBD 2026, target belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp954,2 miliar atau turun sekitar Rp150,5 miliar dibandingkan APBD murni 2025. Fraksi ADEM menilai penurunan alokasi belanja modal sebesar Rp77,7 miliar berpotensi menghambat pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan irigasi. “Kami meminta kejelasan apakah penurunan ini merupakan kebijakan efisiensi atau indikasi melemahnya kapasitas fiskal daerah,” ujarnya.

Baca Juga  Hapkido Lampung Barat Borong 14 Medali pada Try Out Porprov

Selain itu, Fraksi ADEM menyoroti kenaikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp1,1 miliar menjadi Rp3,3 miliar. Fraksi mengingatkan agar pos BTT tidak dijadikan tempat penumpukan dana tidak produktif, namun digunakan secara tepat dan transparan dalam keadaan darurat seperti bencana alam. Fraksi juga mencatat penurunan belanja transfer sekitar Rp19,4 miliar, terutama pada bantuan keuangan ke desa, yang dinilai berpotensi memperlambat pembangunan di tingkat pekon.

Pada sisi pembiayaan, RAPBD 2026 mencatat penerimaan pembiayaan sebesar Rp30 miliar dari SILPA tahun sebelumnya, serta pengeluaran pembiayaan sebesar Rp17,4 miliar untuk penyertaan modal. Fraksi ADEM meminta kejelasan kepada BUMD atau lembaga mana penyertaan modal tersebut akan diberikan, serta bagaimana mekanisme pengawasan dan evaluasi atas penyertaan modal tahun-tahun sebelumnya. “Penyertaan modal daerah tidak boleh bersifat seremonial, tetapi harus menghasilkan dividen dan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat,” tegas Bambang.

Baca Juga  Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas

Di akhir pandangannya, Fraksi ADEM mengapresiasi kerja keras Pemerintah Daerah dalam menyusun RAPBD 2026 di tengah kondisi fiskal yang menantang. Namun demikian, Fraksi ADEM menegaskan bahwa anggaran harus berpihak pada rakyat, bukan sekadar angka dalam dokumen keuangan. “Kami berharap seluruh alokasi anggaran benar-benar mencerminkan semangat efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas serta diarahkan untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung Barat,” pungkasnya.

Rapat paripurna tersebut dipimpin ketua DPRD Lampung Barat Edi Noval, serta dihadiri bupati Parosil Maksus dan wakil bupati Mad Hasnurin, serta menjadi langkah awal pembahasan RAPBD 2026 yang selanjutnya akan dibahas lebih detail di tingkat Komisi dan Badan Anggaran. (*)

Berita Terkait

Hapkido Lampung Barat Borong 14 Medali pada Try Out Porprov
Siswi SMAN 1 Liwa Raih Beasiswa Kedokteran Gigi Unsyiah
Bambang Kusmanto Pasang Lampu Jalan untuk Warga Sukau dan Balik Bukit
Parosil, Jabatan Bukan Hadiah OPD Harus Inovatif
Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029
Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas
Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi
Ada Ulat di Menu MBG, Siswa Lambar Enggan Konsumsi

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:41 WIB

Kembalikan Berkas Pendaftaran, Budiman AS Siapkan Strategi Khusus untuk Musda Demokrat Lampung

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:41 WIB

Gubernur Lampung Tekankan Peran Strategis Guru TK Bentuk Karakter Anak

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:38 WIB

Sekdaprov Lampung Dorong Penguatan Tata Kelola Keuangan dan Creative Financing

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:35 WIB

Jihan Dorong Penguatan Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker di Lampung

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:07 WIB

Edy Irawan Resmi Kembalikan Berkas, Bidik Kembali Kursi Ketua Demokrat Lampung

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:38 WIB

Bidik PNBP Kehutanan, Pemprov Lampung Gandeng BPHL VI Bentuk Tim Khusus

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:18 WIB

Antrean Solar Mengular Hari Demi Hari, Budiman As Tuntut Penjelasan Pertamina

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:29 WIB

HUT Bandar Lampung ke-344, Budiman As Minta Drainase dan Wisata Jadi Prioritas

Berita Terbaru

Gelaran Bandar Lampung Color Run 2026 murni tanpa menggunakan APBD.(Ilustrasi: ist)

Bandarlampung

Bandar Lampung Color Run 2026 Targetkan 2.000 Peserta

Sabtu, 20 Jun 2026 - 15:04 WIB