BERBAGI

Pesawaran (Netizenku.com): Kepala Dinas PU-PR Kabupaten Pesawaran, Zainal Fikri, terkesan keberatan bahkan seperti kebakaran jenggot dibilang ngacir saat hendak dimintai tanggapannya oleh sejumlah awak media terkait runtuhnya tugu taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Sidototo, Desa Kebagusan Gedongtataan, dengan nilai kontrak Rp583.292.000 dari APBD 2019.

Dirinya membantah hal itu, karena menurutnya pada tanggal (23/3) seperti yang dikatakan, pihaknya mengaku tidak pernah bertemu dan menghindar dari awak media apa lagi sampai menghindar.

“Saya jelaskan, pada tanggal 23 kami ada rapat gugus tugas terkait dengan bencana virus Corono di pemda, setelah itu saya ada agenda rapat lagi di Bapenda melanjutkan  urusan itu, karena waktunya terbatas, bahkan di dalam mobil ada kepala Bapenda dan sopir, saya malah sempat melambaikan tangan, kalau berbicara kebut, sekebut apa sih, karena saya memang sedang buru-buru, kok dipemberitaan saya dibilang ngacir,” sesal Fikri di kantornya, Kamis (26/3).

Ditegaskan Fikri, terkait berita itu dirinya merasa keberatan jika dikatakan ngacir apa lagi menghindar.

“Jadi saya tegaskan saya tidak pernah ngacir, apa lagi menghindar ketika hendak dikonfirmasi terkait hal itu, kalau pada saat itu saya terburu-buru, iya karena saya mau ada rapat dengan Bapenda, tidak ada niat dipikiran saya, bahwa saya itu mau ngacir, karena saya juga tidak tahu maksud teman-teman itu di jalan mau ngapa, karena sebelumnya tidak ada pembicaraan dan pertemuan terlebih dahulu. Apa lagi teman-teman tahu ketika saya dimintai konfirmasi di kantor ngga pernah menolak, tapi dengan cara sampai menghadang di tengah jalan alangkah bagaimana, apa ngga ada waktu lagi,” bebernya.

Sementara itu, saat ditanya terkait runtuhnya tugu taman RTH Taman Sidototo, Desa Kebagusan, Gedongtataan yang ambrol beberapa waktu lalu lantaran diduga buruk secara kualitas, dirinya membantahnya, pihaknya malah menuding ambrolnya bangunan tersebut lantaran kesalahan bangunan awal yang dibangun pihak Provinsi.

“Jadi ambrolnya tugu bangunan taman Sidototo itu, bukan dari kesalahan kami. Namun, kesalahan pada bangunan awal yang dibangun pihak provinsi lantaran pondasi awal yang dibangun tersebut hanya menggunakan batu hanya bata rolak saja, maka dampaknya ketika hujan datang, bangunan kami turun, jadi ini kesalahan dari bangunan awal yang dibangun pihak Provinsi setelah kita lihat kondisi di lapangan,” kilah Fikri.

Namun meskipun amrolnya bangunan tersebut murni kesalahan dari pihak provinsi, pihaknya menegaskan siap bertanggung jawab penuh, dengan membangun kembali tugu tesebut dari awal.

“Sekarang pihak rekanannya siap bertanggung jawab setelah mereka kita kasih saran agar pekerjaan tersebut sebaiknya tidak diperbaiki ulang karena itu tidak menyelesaikan masalah bahkan akan rawan dengan pekerjaan yang ada. Maka kita sarankan sebaiknya pekerjaan tersebut dibangun dari awal meskipun digambar desainnya itu sebenarnya hanya meneruskan bangunan lama peninggalan provinsi. Jadi sebetulnya ketika dibawahnya itu benar, atasnya tidak berpengaruh,” ucap Fikri.

Jadi yang jelas, lanjut Fikri, ambrolnya bangunan tersebut bukan lantaran ada unsur kesengajaan dari pihak rekanan.

“Itu murni akibat penurunan yang di bawah yang dikerjakan provinsi, bangunan kami bagus, intinya robohnya bangunan itu karena penurunan pondasi bagian bawah yang di bangun provinsi. Sekarang rekanan bertanggung jawab mereka siap membuat bangunan baru dari awal, bergeser dari bangunan lama kebelakang 60 cm, dibuat ulang dengan pondasi baru,” jelasnya. (Soheh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here