DPRD Minta Pemkab Tinjau Ulang Tim Sengketa Tanah Adat Waylima

Redaksi

Selasa, 12 November 2019 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizenku.com): Komisi I DPRD Kabupaten Pesawaran menilai tim fasilitasi bentukan Bupati, Dendi Ramadhona guna menyelesaikan konflik sengketa tanah adat di Dusun Rawa Kijing Desa Sendang Garut Kecamatan Waylima yang di klaim milik Ajang Sebatin Marga Waylima, sebaiknya segera ditinjau ulang, karena dinilai meskipun sudah terlihat bagus akan tetapi tidak maksimal lantaran tidak melibatkan pihak Polres dan DPRD.

Hal ini diungkapkan Yusak ketua Komisi  I DPRD setempat usai melakukan rapat dengar pendapat menanggapi aspirasi masyarakat Adat Sebatin terkait sengketa Tanah Adat Sebatin di Rawa Kijing di ruangan komisi I, Selasa (12/11).

\”Artinya tim bentukan bupati untuk menyelesaikan konflik tanah adat ini meskipun sudah bagus tapi belum maksimal. Tim  ini harus direvisi, Kenapa kita harus melibatkan polres, karena kita ini akan menghadapi masyarakat banyak, kita tidak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, jangan sampai pihak polres tidak mengetahuinya,\” ungkap Yusak.

Baca Juga  Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan Yusak terkait konflik ini pihaknya selaku ketua komisi I juga baru mendengar kabar adanya kehadiran rombongan Sebatin pada akhir Oktober lalu.

\”Kenapa belum kita tindaklanjuti lantaran sedang padat kegiatan, membahas KUA PPAS, dan baru hari ini  kita baru panggil timnya, yang mana timnya itu terdiri dari beberapa Dinas, BPN, Asisten I, PU PR, Bagian Hukum dan Pol-PP, kita berharap kedepan karena tadi sudah disampaikan semua,harapan kami dari komisi I, kedepan agar mereka tim ini dibuatkan progres, langkah-langkahnya seperti apa, menghasilkan ending akhirnya seperti apa,\” katanya.

Karena lanjut Yusak, jangan sampai pihaknya selaku dewan, mendengar masalah tersebut akan tetapi tidak dilibatkan di dalam tim. \”Insha allah jika kami dilibatkan apa yang ditanya masyarakat kami paham, apa lagi saya lihat untuk menyelesaikan maslah ini butuh anggaran meskipun sedikit, nanti kita coba anggarkan, kita mintakan untuk operasional dan sebagainya. Karena Jangan sampai persoalan meskipun kecil tidak kita tindak lanjut, kita minta ke tim juga yang mana objek yang menjadi sengketa, jangan sampai apa yang dimaksud tidak jelas objeknya,\” katanya.

Baca Juga  Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala

Apa lagi lanjut Yusak lagi, yang dilihat di sini si penggugat tidak lagi mempermalasahkan fasilitas yang ada seperti, rumah, masjid dan jalan dan bangunan, yang mereka masalahkan adalah sawah, itu pun harapan mereka sesuai yang disampaikan Ketua Ajang Sebatin, Firman Rusli yang intinya mereka juga siap kalaupun persoalan tersebut dimediasi oleh tim untuk dibagi meskipun tidak dapat diambil seluruhnya, yang penting ada penyelesainya.

Baca Juga  Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala

\”Kita di sini tidak bisa mengambil kebijakan, kami hanya memfaslitasi kedua belah pihak, mencarikan solusi terbaik,\” ungkapnya.

Sementara itu, wakil ketua tim penyelesian konflik tanah adat Rawa Kijing, Asisten I Sukur, saat ditemui seusai melakukan rapat dengar pendapat menanggapi aspirasi masyarakat Adat Sebatin terkait sengketa tanah Adat Sebatin di Rawa Kijing di ruang komisi I, mengutarakan pihaknya mengakui adanya kekurangan personil di dalam tim yang sudah dibentuk tersebut.

\”Jadi kita akui tim yang sudah dibentuk ini kurang maksimal, saat ini kita sudah akomodir, kita juga sudah memanggil bagian pertanahan, supaya ini segera direvisi, kita akan libatkan semua yang ada, termasuk, Uspika, Danramil, Kapolsek dan termasuk kepala desa yang bersangkutan, termasuk komisi I dan Polres,\” ungkap Sukur. (Soheh)

Berita Terkait

Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala
Pemkab Pesawaran Gelar FGD Penyusunan ADEM
Tekan Stunting, Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perencanaan Keluarga
Rakor Kades, Bupati Pesawaran Tekankan Respons Cepat dan Optimalisasi PBB
Ground Breaking Jalan Pesisir Pesawaran Dimulai, Akses Wisata Ditargetkan Lebih Lancar
BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026
Bimtek Posyandu di Pesawaran, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup III IPSI Pesawaran Resmi Ditutup

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:53 WIB

Sidang Paripurna HUT Bandar Lampung Diwarnai Aksi Molor Anggota Dewan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:32 WIB

HUT ke-344 Bandar Lampung, Eva Dwiana Fokus Atasi Banjir dan Benahi Infrastruktur

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

HUT Bandar Lampung ke-344, Wali Kota Eva Dwiana Minta Pemuda Lanjutkan Perjuangan Pahlawan

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:04 WIB

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas

Selasa, 28 April 2026 - 18:08 WIB

Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

Jumat, 24 April 2026 - 19:40 WIB

Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Selasa, 21 April 2026 - 13:20 WIB

3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Senin, 22 Desember 2025 - 14:24 WIB

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

DPRD Tubaba Soroti Proyek Irigasi Rp48,35 Miliar

Jumat, 19 Jun 2026 - 12:42 WIB

Pringsewu

Kemendagri Dukung Pengembangan Mocaf di Pringsewu

Rabu, 17 Jun 2026 - 23:37 WIB