Dinas PPPA Lampung Tangani Kasus Anak Dirantai di Mesuji

Suryani

Selasa, 21 Oktober 2025 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Hanita Farial, menanggapi viralnya video seorang anak perempuan berusia enam tahun di Kabupaten Mesuji yang dirantai oleh orang tuanya di dalam rumah.

Bandarlampung (Netizenku.com): Sebelumnya, publik dihebohkan dengan beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seorang anak kecil dirantai di rumahnya. Berdasarkan informasi yang beredar, tindakan tersebut dilakukan oleh orang tuanya karena sang anak dinilai terlalu aktif.

Baca Juga  Ratusan Ribu Warga Padati Jalan Sehat HUT Kota Bandar Lampung ke-344

Hanita Farial menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PPPA Kabupaten Mesuji untuk menangani kasus tersebut. Langkah pertama yang dilakukan adalah memberikan pelayanan kesehatan bekerja sama dengan RSUD Mesuji.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Langkah pertama, ananda Sonia dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pendampingan psikolog oleh dokter serta psikolog di RSUD Mesuji,” ujar Hanita, Selasa (21/10/2025).

Baca Juga  Bunda Eva Tinjau MBG, Pastikan Makanan Layak dan Berkualitas

Ia menambahkan, pendampingan juga diberikan kepada keluarga agar anak tersebut dapat hidup dalam lingkungan yang aman dan layak.

“Kami menyarankan agar anak dititipkan kepada keluarga besar. Jika tidak memungkinkan, bisa dititipkan kepada orang yang terpercaya,” jelasnya.

Selain menyoroti kasus tersebut, Hanita juga mengingatkan masyarakat terkait meningkatnya kasus pernikahan dini di Provinsi Lampung. Ia menegaskan, pernikahan anak memiliki dampak serius terhadap kesehatan, mental, serta potensi terjadinya stunting.

Baca Juga  Bandar Lampung Expo 2026 Jadi Inspirasi Peluang Usaha

“Pernikahan dini berdampak pada stunting dan juga kesiapan mental anak. Tubuh dan jiwa mereka belum siap menjadi seorang ibu. Karena itu, kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat menghindari pernikahan dini,” pungkasnya. (Tauriq)

Berita Terkait

80 KK di Way Laga Terima Bantuan Air Bersih
Eva Dorong Pelestarian Kuliner Tradisional Lampung
Pemkot Bandar Lampung Rotasi Pejabat, Dua Camat Dilantik
Pemkot Bandar Lampung Siapkan Rp2,5 Miliar untuk Olok Gading
Eva Dwiana Siapkan Strategi Hadapi Banjir
Bandar Lampung Expo 2026 Jadi Inspirasi Peluang Usaha
Kebakaran Lahap Bengkel dan Toko Elektronik di Kedaton
Pemkot Bandar Lampung Targetkan PAD 2027 Rp1,164 Triliun

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:04 WIB

Prilian Tiwi Masuk 15 Penulis Cerita Rakyat Lampung Lewat “Rahasia Las Sengok”

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:27 WIB

Sekda Tubaba dan KPK Bahas Perbaikan Layanan Publik, Pemanfaatan Ruang, dan Tindak Lanjut Temuan BPK

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:10 WIB

Tubaba Gandeng Telkom University Bangun Pertanian Cerdas Berbasis AI dan IoT

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:36 WIB

HUT RI ke-81, Pemkab Tubaba Ajak Masyarakat Ciptakan Suasana Kemerdekaan yang Meriah dan Khidmat Nuansa Merah Putih

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:01 WIB

Busroni Kawal Aspirasi Warga Gading Kencana soal Jalan dan Listrik

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:55 WIB

Pemkab Tubaba Rancang Perlindungan Lingkungan 30 Tahun, Lewat RPPLH Tahun 2026-2056

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:42 WIB

Komitmen Prioritaskan JKN, Tubaba Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Berjalan dan Perlindungan Warga Tetap Terjamin

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:39 WIB

Novianti Novriwan Dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Tubaba

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Tubaba Gandeng Telkom University Bangun Pertanian Cerdas Berbasis AI dan IoT

Rabu, 29 Jul 2026 - 13:10 WIB