Bandarlampung (Netizenku.com): Pemerintah Provinsi Lampung memberikan hibah buku kepada tiga puluh penggiat literasi dari lima belas kabupaten/kota. Total buku yang didistribusikan sebanyak 1.500 eksemplar.
Hal itu dilakukan dalam kegiatan “Pengembangan Budaya Membaca bersama Penggiat Literasi Tahun 2023” yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung di Hotel Sheraton pada Senin-Selasa, (29-30 Mei 2023).
Dalam sambutannya, Bunda Literasi, Riana Sari, mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung menjamin hak masyarakat untuk memeperoleh informasi dan pengetahuan melalui penyediaan bahan pustaka berupa buku bacaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan ini merupakan momen yang sangat strategis untuk mendukung minat masyarakat dalam memperluas wawasan dan pengetahuan. Membaca akan meningkatkan kreativitas, membuka diri terhadap ide dan informasi baru, serta dapat mengembangkan kemampuan dan bakat yang dimiliki dengan optimal,” paparnya.
Ia berharap para penggiat literasi sebagai mitra pemerintah dapat menciptakan berbagai kegiatan yang mampu menarik minat baca dan memotivasi masyarakat untuk aktif melakukan berbagai kegiatan literasi.
Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Ratna Dewi, melaporkan bahwa pengunjung perpustakaan sampai saat ini tercatat sebanyak 10.276 orang yang terdiri dari masyarakat umum, pelajar, dan mahasiswa dari berbagai daerah. Ia berharap, perpustakaan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan bahan bacaan yang berkualitas.
Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional RI, Nelwati, menyampaikan bahwa buku selalu berkolerasi dengan kemajuan suatu bangsa.
“Melalui buku, kita bisa memperoleh dan menyerap berbagai ilmu pengetahuan, yang dengannya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu juga menghadirkan tiga orang Tim Literasi Provinsi Lampung; Yoga Pratama, Aris Rahmat, dan Fitri Restiana.
Ketiga narasumber menyampaikan materi tentang strategi pengelolalan TBM, berbagi lewat tulisan, serta merancang program literasi yang inovatif, kreatif, dan berkesinambungan.
Pada akhir kegiatan, peserta diajak mengeksplorasi TBM masing-masing dengan konsep Appreciative Inquiry (discovery, dream, design, delivery) yang merupakan metode menuju perubahan dengan memfokuskan pada potensi dan capaian prestasi di masa depan.
“Energi positif sudah terasa sejak awal kegiatan. Sambutan Bunda Literasi yang memotivasi, narasumber yang energik dan inspiratif, dan tak kalah penting semangat para penggiat literasi untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman. Semoga kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara berkala dengan durasi yang lebih lama sebagai salah satu sarana meningkatkan kapasitas dan jejaring untuk para penggiat literasi,” harap Fauliza, penggiat literasi dari Kampung Dongeng, Metro. (Luki)








