oleh

Deni Ribowo Sesalkan Arogansi Satpam RSUD Abdul Moeloek

Bandarlampung (Netizenku.com): DPRD Provinsi Lampung kembali menyoroti pelayanan publik di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) milik Pemerintah Provinsi Lampung.

Seorang nenek penjual air panas di RSUDAM, Lasmi (50), warga Kelurahan Penengahan, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung, diduga menjadi korban pemukulan oknum satuan pengamanan (Satpam) setempat pada Selasa (7/9).

Peristiwa tersebut mengundang keprihatinan anggota Komisi V DPRD Lampung, Deni Ribowo.

Baca Juga  Penanganan Covid-19 di Lampung, Pemprov Tidak Belajar dari Pengalaman

“Saya ikut prihatin dan sebaiknya RSUD Abdul Moeloek segera melakukan perbaikan sistem. Kemudian untuk pelaku ini saya minta segera dinonaktifkan dahulu karena ini sudah masuk proses hukum,” kata dia dalam pesan suara WhatsApp yang diterima Netizenku, Selasa (7/9) malam.

Korban pemukulan, nenek Lasmi, di hari yang sama sudah melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya ke Polresta Bandarlampung.

Baca Juga  Reihana Kecam Dokter yang Tak Layani Pasien BPJS

“Biarkan lah pihak yang berwenang melakukan penanganan. Kepada pihak RS ini menjadi sebuah evaluasi bagaimana tetap melayani masyarakat secara humanis,” ujar Deni Ribowo.

Ke depan, untuk menghindari peristiwa serupa terulang kembali, Deni Ribowo berjanji Komisi V DPRD Lampung akan melakukan pengawasan terhadap proses pelayanan yang ada di RSUD Abdul Moeloek.

“Tentu Komisi V juga akan terus melakukan pengawasan, RSUD Abdul Moeloek adalah rumah sakit andalan masyarakat Lampung. Masyarakat yang berobat ke sana jangan sampai mengalami tekanan atau semacam intimidasi karena petugas yang arogan,” tutup politisi Partai Demokrat ini. (Josua)

Baca Juga  Fraksi PKS Gandeng Akademisi Bahas Raperda Usulan Pemkot Bandarlampung

Komentar