Bunian Penjaga Alam Tubaba

Redaksi

Rabu, 22 Januari 2020 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Sesosok makhluk bernama \”Bunian\” lahir di Kota Budaya Uluan Nughik (rumah adat, baduy) di Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat.

Mahluk tersebut yang akan menjaga pepohonan, menjaga sumber-sumber air, dan kelestarian alam.

\”Lahirnya makhluk ini kita sepakati bernama Bunian, yang akan menjaga kelestarian alam, dan tutur-tutur ini akan menjadi skema pembelajaran di sekolah-sekolah dasar dan menengah di Tubaba,\” kata Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad, SP pada pembukaan kegiatan Sharing Time: Megalithic Millennium Art di Taman Budaya Kota Ulluan Nughik, Rabu (22/1) sekitar pukul 09.00 Wib.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut dihadiri penggiat seni dan budawayan dari 7 negara, budayawan nasional, Wakil Bupati Fauzi Hasan, Sekdakab Tubaba Herwan Sahri, mantan Wagub Lampung Bachtiar Basri, Kapolres Tubaba AKBP. Hadi Saepul Rahman, Budayawan Lampung Ansyori Djausal, Forkopimda, Ketua TP-PKK Kornelia Umar, pejabat eselon, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelajar dan masyarakat sekitar.

Baca Juga  KUA-PPAS APBD Tubaba 2027 Disepakati, Pemkab dan DPRD Fokuskan Anggaran untuk Kebutuhan Masyarakat

Kenapa lahirnya Bunian tanya bupati, karena dalam konsep-konsep mitologi orang Lampung tidak mengenal konsep Pandawa sementara hanya mengenal konsep Kurawa. Jadi, orang Lampung mengajarkan kebaikan dengan banyak menyebut bagi orang yang melakukan keburukan dengan istilah sosok makhluk yang menggambarkan sifat-sifat buruk manusia seperti sifat rakus, sifat tamak dan lain sebagainya.

\”Maksudnya adalah ketika kita tidak mau disebut seperti itu, maka kita jangan berbuat buruk dan kita harus melakukan kebaikan. Lalu setelah orang Lampung berbuat baik apa sebutannya?, dan ternyata tidak ada. Kenapa hal itu terjadi, karena bagi orang Lampung berbuat baik  kepada sesama manusia itu adalah kewajiban tidak perlu dihargai gak perlu diagung-agungkan,\” paparnya.

Baca Juga  HUT ke-25, Demokrat Tubaba Hadir Lewat Aksi Nyata di Tengah Masyarakat

Tetapi dimasa sekarang, lanjut Umar Ahmad, kebaikan itu penting disebarluaskan kepada orang lain, sehingga kebaikan yang kita tanam bisa benar-benar meluas di tanah yang kita cintai.

\”Olehkarenanya Sharing Time: Megalithic Millennium Art yang digagas hasil diskusi bersama Alm. Mbah Prapto Suryodarmo yang ketika itu beliau merespon sangat cepat dan menentukan satu titik yang mesti digagas di Tubaba. Dengan kegiatan ini, kita akan memberi tanda relasi hubungan manusia dengan alam dengan tanda yang kita tempatkan di Lassengok yakni tempat bersifat megalitikum dan akan menjadi kenangan untuk masa-masa yang akan datang,\” paparnya.

Baca Juga  Tekan Inflasi dari Pasar, Pemkab Tubaba Pantau Harga dan Pasokan Pangan

Umar menambahkan, hal ini merupakan sebuah konsep mitologi masyarakat Nughik untuk menjaga kelestarian alam, menjaga pepohonan, menjaga sumber-sumber air, menjaga bantaran sungai dan lainnya yang intinya adalah bagaimana menjaga relasi hubungan antara manusia dengan alam untuk sebuah kelestarian alam semesta.

Sementara, dalam kesempatan itu juga Umar menjelaskan tentang Kota Uluan Nughik, menurut Umar, Uluan berarti \”atas\” dan Nughik berarti \”kehidupan\” yakni kota yang menjadi awal kehidupan dan menjadi kota yang berbasis ekologi.

\”Kepala seluruh warga masyarakat Tubaba mohon dukungannya, do\’anya agar kiranya Sharing Time ini bisa benar-benar menghasilkan buah pemikiran yang berguna khususnya bagi Tubaba, dan bagi alam semesta yang kita cintai ini,\” pungkasnya.(Arie)

Berita Terkait

Kwarcab Tubaba Buka KMD Angkatan X 2026, 75 Peserta Disiapkan Jadi Pembina Pramuka Berkualitas
Ribuan Warga Tubaba Salat Istisqa, Doakan Hujan Segera Turun
Pemkab Tubaba Cari Formula Pembiayaan Siltap Aparatur Tiyuh di Tengah Keterbatasan Fiskal
Pemkab Tubaba Diminta Perketat Penganggaran Belanja Hibah dalam APBD 2027
TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Tubaba, Perkuat Pemberdayaan Keluarga
Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba
Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027
DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:09 WIB

PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Senin, 28 September 2026 - 15:31 WIB

Tim Domino PWI Lampung Juara Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Jumat, 25 September 2026 - 18:42 WIB

ASDP Bakauheni Dukung Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Rabu, 23 September 2026 - 20:40 WIB

PWI Lampung Selatan Jenguk Sodu Sinaga, Beri Dukungan di Masa Pemulihan

Kamis, 17 September 2026 - 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Selatan 5,71 Persen, Egi Dorong Dampaknya Dirasakan Masyarakat

Rabu, 16 September 2026 - 12:11 WIB

Kejari Lampung Selatan Tetapkan Yayasan Bussaina sebagai Wali Sah Delapan Anak

Selasa, 15 September 2026 - 11:55 WIB

Pemkab Lamsel Dorong Jurnalis Televisi Perkuat Profesionalisme dan Jurnalisme Positif

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB

Pringsewu

6.149 SKCK Diterbitkan Polres Pringsewu hingga September 2026

Kamis, 8 Okt 2026 - 20:52 WIB