Bandarlampung (Netizenku.com): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan akibat dampak El Nino.
Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Syawal Sugiarto, mengatakan bahwa imbauan ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan air di daerah ini.
“Untuk mengantisipasi adanya kekurangan air akibat cuaca kering, diimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air sebagai langkah antisipasi kekeringan dan menjaga ketersediaan air,” ujar Rudy Syawal Sugiarto, Sabtu (5 Agustus 2023).
Rudy Syawal Sugiarto juga mengingatkan bahwa seluruh wilayah di Lampung memiliki potensi kekeringan dengan tingkat intensitas yang berkisar antara sedang hingga tinggi. Namun, ancaman kekeringan tertinggi terkonsentrasi di beberapa daerah, seperti Kabupaten Mesuji, Waykanan, Tulang Bawang, Lampung Utara, sebagian Lampung Tengah, dan Lampung Timur.
Untuk menghadapi kekeringan, Rudy Syawal Sugiarto mencatat bahwa tindakan pencegahan seperti pembuatan penampungan hujan seperti biopori, tandon air, dan waduk sangat diperlukan. Selain itu, penting juga untuk menggunakan air dengan hemat, mengurangi pemakaian yang berlebihan, dan menjaga sumber air serta mata air yang ada.
Untuk mengatasi kekeringan yang mungkin timbul akibat musim kemarau, BPBD Provinsi Lampung bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota, serta perusahaan daerah air minum (PDAM) untuk menyediakan air bersih kepada warga.
Rudy Syawal Sugiarto menekankan bahwa langkah mitigasi, seperti penyaluran air bersih di daerah rawan kekeringan dengan menggunakan tangki air, akan diambil sebagai respons terhadap dampak El Nino.
“Selain itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga ketersediaan air bersih dan menghemat penggunaan air akan terus dilakukan,” tutupnya.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mengimbau masyarakat untuk mulai menampung air bersih serta menghemat penggunaan air sebagai langkah persiapan menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino. (Luki)








