Beda Jauh, Pokja Pemilu LN Sebut Buruh Migran 2 Juta, Migrant Care: 9 Juta

Avatar

Minggu, 7 Oktober 2018 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Lampung (Netizenku.com) : Soal jumlah WNI yang berada di luar negeri, Migrant Care mempunyai data berbeda dengan Pokja Pemilu Luar Negeri (LN).

Migrant Care menyebut jumlah WNI yang bekerja di luar negeri mencapai 9 juta orang. Sedangkan Pokja Pemilu LN sebanyak 2 juta.

\”Pada era tahun 90-an bahkan data buruh migran di luar negeri diperkirakan sudah 2 juta. Pada awal 2000, itu bergeser ke angka 4 juta, pada periode 2009, perkiraan pada waktu itu adalah sekitar 7 juta dan pemilu 2019, angka buruh migran itu mencapai 9 juta,\” kata Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkiraan Anis ini ditunjang oleh sejumlah data penunjang. Salah satunya adalah survei Bank Dunia yang memperkirakan buruh migran Indonesia mencapai 9 juta.

\”Survei Bank Dunia 2019 bahkan, dan itu juga dipresentasikan oleh kami dan Kemnaker dipekirakan buruh migran kita itu bahkan sekarang sudah 9 juta, artinya apa kalau ada perkiraan bahwa yang sudah terdaftar 2 juta, ini bukan berarti buruh migran 2 juta, ada persoalan data,\” ujarnya.

Menurut Anis, 2 juta pemilih luar negeri yang diungkap oleh Pokja Pemilu hanya sama dengan jumlah buruh migran di Malaysia.

Bagi dia, ada sejumlah buruh migran yang tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019.

\”Di Malaysia saja diperkirakan, ini tidak hanya migrant care memperkirakan tapi ada di sana memperkirakan sekitar 2,5 juta. Artinya apa? Kalau jumlah DPT luar negeri itu hanya merepresentasi Malaysia. Di Arab Saudi, buruh migran kita diperkirakan 1,5 tetapi DPT misalnya hanya 900 ribu, jadi artinya kita mempunyai persoalan dasar dalam tata kelola migrasi yang mengakibatkan warga negara kita yang bekerja di luar negeri, ada dokumen atau tidak, itu belum didapat secara komprehensif oleh pemerintah,\” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Pokja Pemilu Luar Negeri (LN), Wajid Fauzi, mengatakan jumlah DPT hasil perbaikan pertama mencapai 2.025.344.

Jumlah DPT dari WNI yang berada di luar negeri itu akan diperbaharui kembali pada 15 Oktober 2018.

\”Pada tanggal 16 itu datanya adalah 2.025.344. Itu data kita per tanggal 16 Septemher. Setelah itu, saat ini detik-detik ini, masih memperbaiki,\” ucapnya. (dtc/lan)

Berita Terkait

Skandal Setoran TPP Guru TK Tanggamus Terbongkar
Pemkab Lampung Selatan Tekankan Sinergi Pusat-Daerah di Hari Otda
Kementan Buka Program Pelatihan Petani Muda ke Jepang, Pemuda Lampung Berkesempatan Daftar
HPN 2026, Fatikhatul Khoiriyah: Pers Harus Berani Kawal Demokrasi
Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama
Pemprov dan DPRD Lampung Soroti Kepesertaan 89 Ribu BPJS PBI 2026
Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026
Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:52 WIB

80.976 Warga Tubaba Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:18 WIB

Pemkab Tubaba Targetkan Pendapatan Daerah Rp1,758 Triliun pada 2027

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:04 WIB

DPRD Tubaba Terima KUA-PPAS APBD 2027, Pendapatan Diproyeksi Rp1,75 Triliun

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:54 WIB

Sekda Tubaba Hadiri Ujian Promosi Doktor Sekda Tulang Bawang

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:52 WIB

Ana Nadirsyah Pantau Layanan Tubaba Q Sehat di Lambu Kibang

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:49 WIB

Ketua TP PKK Tubaba Tinjau Program TubabaQ Sehat

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:40 WIB

Wabup Tubaba Tinjau Program Tubaba Q Sehat di Way Kenanga

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:50 WIB

Kejari Tubaba Lelang 12 Barang Rampasan Negara

Berita Terbaru