Banyak Warga Belum Mengerti Mekanisme PKH

Redaksi

Kamis, 6 Februari 2020 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Sejumlah masyarakat di Kota Bandarlampung belum mengerti dan memahami mekanisme Program Keluarga Harapan (PKH). Terungkap pada setiap pimpinan daerah menyambangi wilayah, sebuah pertanyaan menyoal bantuan dari pemerintah pusat itu tak pernah absen.

Bahkan, tetangga Walikota Bandarlampung, Herman HN, yakni warga Tanjungkarang Pusat juga demikian.

Pada kesempatan berdialog langsung bersama walikota, salah seorang warga mencoba mengadukan RT terkait persoalan PKH tersebut. Menurutnya RT kerap melakukan pembagian bantuan dengan sistem CS (sanak keluarga).

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Saya punya anak dua, tapi Alhamdulillah sampai sekarang belum dapat PKH. Saya minta ke pada RT tapi sistem cs. Kalau cs dikasih, kalau gak cs gak dikasih,\” ujar Sari, pada dialog bersama Walikota Bandarlampung, Herman HN, saat meresmikan kantor kecamatan setempat, Kamis (6/2).

Baca Juga  Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas

Namun, Walikota Bandarlampung, Herman HN, justru menapik laporan tersebut. Ia menegaskan mekanisme PKH, baik kebijakan pendataan bukanlah hak atau wawenang pemerintah daerah.

\”Ibu dengar nggak saya ngomong tadi? ini bukan kewenangan RT, bukan lurah, dan camat. Data dari pusat statistik. Ini bukan data dari walikota,\” jawab Herman.

Herman HN mengungkapkan pernah mengusulkan kepada menteri sosial untuk dapat melibatkan pemerintah daerah dalam menentukan data agar objektif.

Baca Juga  Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

\”Sebenernya BPS sudah objektif juga, tapi ya karena rakyat ini kadangan suka gengsi. Ya nggak mungkin dapet,\” jelas Herman.

Oleh sebab itu, Herman mengimbau masyarakat agar dapat secara jujur dalam pendataan sensus penduduk. \”Jangan bilang kaya-kaya, tapi jangan juga rumah bagus bilang nggak mampu,\” pungkasnya. (Adi)

Berita Terkait

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas
Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung
Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:25 WIB

Pansus DPRD Lampung Soroti LKPJ 2026, Minim Data dan Indikator Kinerja

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:56 WIB

DPRD Lampung Soroti Pengawasan Lapak Kurban Musiman Jelang Iduladha

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:14 WIB

Korban TPPO Dipulangkan, Dewi Mayang Suri Djausal Apresiasi Polda Lampung

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:43 WIB

Rakerda 2026, Jihan Ajak Pramuka Perkuat Karakter Pemuda

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:42 WIB

DPRD Lampung Dukung Proyek PSEL, Ubah 1.100 Ton Sampah Jadi Energi Listrik

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:12 WIB

MBG Lampung 2026 Diprediksi Datangkan Rp12 Triliun

Senin, 11 Mei 2026 - 20:25 WIB

DPRD Lampung Siapkan Raperda Urban Farming

Senin, 11 Mei 2026 - 20:19 WIB

Gubernur Mirza Kawal Percepatan PSEL Lampung Raya

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Pemkab Lampung Selatan Percepat Transformasi Sistem Kerja ASN

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:41 WIB

Lampung Selatan

Lampung Selatan Tuntaskan 99,9 Persen Imunisasi Zero Dose 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:38 WIB

Tulang Bawang Barat

Kementan Salurkan Bantuan Tebu, Kopi, dan Kakao untuk Petani Tubaba

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:11 WIB