Bandarlampung Bebas Stunting

Redaksi

Kamis, 23 Januari 2020 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Sejak tahun 2015 pemerintah memasukkan penurunan stunting menjadi target program kerja pemerintah hingga 2019. Hal itu dilakukan guna meminimalisir ancaman stunting.

Di Kota Tapis Berseri sendiri kasus stunting diklaim nihil. Hal itu ditegaskan Kepala Dins Kota Bandarlampung, Edwin Rusli, kota setempat bebas stunting di tahun 2019 silam, Kamis (23/1).

Stunting sendiri merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak), yang diakibat kekurangan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi tidak ada kasus stunting di Kota Bandarlampung,” tegasnya.

Diungkapkan Edwin Rusli, kasus gizi di Bandarlampung hanyalah sebatas kurangnya beras badan pada anak saja.

“Itupun kasusnya sangat sedikit cuman 0,6 persen dari sebelumnya. Nah, itu yang ada di daerah Kedaton,” ucapnya.

Baca Juga  Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas

Ia kembali menegaskan di Kota Bandarlampung bebas stunting, “Kalau stunting secara umum benar-benar tidak ada,” pungkasnya.

Sementara, data Pemerintah Provinsi Lampung yang dirilis 2019, kasus gizi buruk di Lampung di angka 86 kasus selama tahun 2017.

Kabupaten Lampung Tengah masih menjadi sebagai penyumbang terbesar dalam kasus gizi buruk ini, yakni sebanyak 30 kasus.
Kemudian disusul Kabupaten Lampung Utara dan Lampung Timur masing-masing sebanyak 14 kasus.

Baca Juga  Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

Meski demikian angka tersebut cenderung menurun dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Seperti kasus gizi buruk di tahun 2017 menurun dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 94 kasus. Di tahun 2015 sebanyak 136 tahun, tahun 2014 terdapat 128 kasus, dan tahun 2013 terdapat 134 kasus. (Adi)

Berita Terkait

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas
Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung
Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:25 WIB

Pansus DPRD Lampung Soroti LKPJ 2026, Minim Data dan Indikator Kinerja

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:56 WIB

DPRD Lampung Soroti Pengawasan Lapak Kurban Musiman Jelang Iduladha

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:14 WIB

Korban TPPO Dipulangkan, Dewi Mayang Suri Djausal Apresiasi Polda Lampung

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:43 WIB

Rakerda 2026, Jihan Ajak Pramuka Perkuat Karakter Pemuda

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:42 WIB

DPRD Lampung Dukung Proyek PSEL, Ubah 1.100 Ton Sampah Jadi Energi Listrik

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:12 WIB

MBG Lampung 2026 Diprediksi Datangkan Rp12 Triliun

Senin, 11 Mei 2026 - 20:25 WIB

DPRD Lampung Siapkan Raperda Urban Farming

Senin, 11 Mei 2026 - 20:19 WIB

Gubernur Mirza Kawal Percepatan PSEL Lampung Raya

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Pemkab Lampung Selatan Percepat Transformasi Sistem Kerja ASN

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:41 WIB

Lampung Selatan

Lampung Selatan Tuntaskan 99,9 Persen Imunisasi Zero Dose 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:38 WIB

Tulang Bawang Barat

Kementan Salurkan Bantuan Tebu, Kopi, dan Kakao untuk Petani Tubaba

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:11 WIB