Pemerintah Provinsi Lampung kembali menyoroti pentingnya keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Lampung (Netizenku.com): Pernyataan Gubernur Lampung mengenai masih dibutuhkannya program tersebut memicu perbincangan di media sosial. Sejumlah warganet bahkan mengaitkan keberadaan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan kepemilikan pihak tertentu.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Lampung Tengah, Ni Nyoman Srihayati, menegaskan bahwa MBG tidak seharusnya dipandang semata sebagai kegiatan bisnis atau operasional dapur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.
“Kepala daerah memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan berbagai indikator pembangunan, termasuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Karena itu, program yang mendukung kesehatan dan pendidikan masyarakat perlu mendapat perhatian,” ujar Ni Nyoman, Selasa (30/06/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, IPM Lampung pada 2025 mencapai 73,98 atau masuk kategori tinggi. Angka tersebut meningkat 0,85 poin atau 1,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan IPM itu ditopang oleh peningkatan sejumlah indikator, seperti umur harapan hidup, rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, serta standar hidup layak masyarakat.
Ni Nyoman menilai program yang berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat memiliki keterkaitan dengan upaya pemerintah menjaga tren peningkatan kualitas pembangunan manusia di Lampung.
Ia juga menegaskan bahwa MBG merupakan program pemerintah pusat dan pelaksanaannya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung.
“Orientasi utama program ini adalah mendukung peningkatan kualitas generasi penerus dan pembangunan sumber daya manusia dalam jangka panjang, bukan sekadar aktivitas ekonomi,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat dapat melihat MBG secara lebih komprehensif sebagai bentuk investasi sosial untuk meningkatkan kualitas generasi mendatang, bukan hanya dari sisi bisnis atau pengelolaan dapur. (*)








