Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong integrasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dengan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi), BUMDes, serta sektor perbankan untuk membenahi tata niaga beras dari hulu hingga hilir.
Lampung (Netizenku.com): Langkah tersebut dinilai penting untuk memperpendek rantai distribusi sekaligus meningkatkan posisi tawar petani dan menjaga harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat memimpin Rapat Penguatan Kelembagaan dan Usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kamis (10/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mirza mengatakan KDMP memiliki peran strategis sebagai simpul agregator yang dapat menyerap hasil panen petani secara langsung di tingkat desa. Menurutnya, langkah tersebut dapat memangkas panjangnya mata rantai distribusi komoditas beras.
“Ini beras dari gabah di desa-desa, ada pedagang eceran, pengepul, agen, agen pengumpul, baru masuk ke penggilingan, kemudian menjadi beras dan masuk ke pedagang hingga konsumen. Ada tujuh atau delapan rantai,” ujar Mirza.
Ia menjelaskan, Lampung memiliki sekitar 250 ribu hektare lahan padi dengan produksi sekitar 3,2 juta ton gabah kering giling per tahun.
Namun, besarnya produksi tersebut belum sepenuhnya menjamin stabilitas harga. Panjangnya rantai distribusi serta biaya transportasi menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan harga beras hingga ke tingkat konsumen.
“KDMP ini instrumen yang tepat. Manajernya sudah siap, pengurus sudah siap. Sekarang bagaimana integrasinya dengan Perpadi dan perbankan seperti Bank Mandiri. Perpadi yang punya penggilingan, KDMP yang menyerap di desa,” kata dia.
Mirza juga menekankan pentingnya dukungan likuiditas perbankan agar KDMP memiliki modal kerja yang cukup untuk menyerap gabah petani. Kecepatan pencairan modal dinilai penting agar koperasi dapat melakukan pembayaran kepada petani secara cepat.
Dalam rapat tersebut, Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Krisdianto Soedarmono mengatakan kehadirannya merupakan tindak lanjut arahan Menteri Koperasi untuk memastikan kesiapan permodalan KDMP berjalan seiring dengan persiapan regulasi dan infrastruktur gerai secara nasional.
“Tupoksi kami adalah memberikan pinjaman, bukan hibah, pinjaman kepada koperasi. Mau simpan pinjam mau non simpan pinjam, sekarang KDMP juga sama, bisa kita berikan. Sifatnya yang di Lampung ini adalah sebagai suatu piloting yang pastinya kami akan dukung,” ujar Krisdianto.
Ia mengatakan LPDB menyiapkan skema pembiayaan yang dapat dimanfaatkan koperasi, termasuk untuk kebutuhan modal kerja.
Untuk mengantisipasi kebutuhan modal kerja yang mendesak, khususnya dalam penyerapan gabah petani, LPDB juga menyiapkan skema transisi atau bridging melalui program Koperasi Orang Tua Asuh.
Program tersebut melibatkan koperasi besar binaan Kementerian Koperasi untuk memberikan pendampingan dan dukungan sementara bagi KDMP yang belum dapat mengakses pembiayaan LPDB secara langsung.
“Karena kita tahu tidak semua KDMP bisa dengan segera mengakses dengan adanya Permenkop 9 karena butuh waktu, makanya kita membedakan mana yang butuhnya cepat. Kalau butuhnya cepat, Pak Menteri menugaskan kepada kami membuat program namanya Koperasi Orang Tua Asuh,” jelasnya.
Krisdianto menambahkan, dukungan tersebut bersifat sementara hingga KDMP mampu memenuhi persyaratan dan mengakses pembiayaan LPDB secara mandiri.
Pada tahap awal, pola pembinaan dan pembiayaan terpadu tersebut akan diujicobakan pada satu hingga tiga KDMP di Lampung, terutama koperasi yang telah memiliki fondasi kelembagaan yang kuat.
Selain pembiayaan gerai dan sektor pangan, LPDB juga membuka peluang pembiayaan untuk pengadaan alat pengering gabah (dryer) dan cold storage guna memperkuat rantai pasok serta menjaga kualitas dan stabilitas komoditas lokal.
Penguatan kelembagaan dan pembiayaan KDMP diharapkan mampu meningkatkan posisi tawar petani, memperpendek rantai distribusi, menyerap hasil produksi masyarakat desa, serta membantu memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang lebih terjangkau. (*)








