Fraksi PKB Soroti Penurunan PAD dan Minta Pemprov Lampung Optimalkan Pajak Air Permukaan

Tauriq Attala Gibran

Rabu, 9 September 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Provinsi Lampung menyoroti dinamika fiskal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2026.

Lampung (Netizenku.com): Pandangan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Lampung dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda Perubahan APBD 2026, Rabu (9/9/2026).

Melalui juru bicaranya, Fatikhatul Khoiriyah, Fraksi PKB menegaskan bahwa APBD tidak boleh hanya dipandang sebagai dokumen administratif yang berisi angka pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Menurutnya, APBD harus menjadi instrumen keberpihakan pemerintah kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“APBD bukan sekadar dokumen administratif dan kumpulan angka pendapatan, belanja, serta pembiayaan. APBD adalah instrumen keberpihakan politik pemerintah kepada rakyat,” ujar Khoiriyah.

Karena itu, lanjutnya, setiap rupiah anggaran yang dikelola melalui APBD harus memiliki orientasi yang jelas, yakni menghadirkan kesejahteraan, mengurangi kesenjangan, memperluas kesempatan, serta memastikan kehadiran pemerintah dalam menjawab persoalan masyarakat.

Baca Juga  Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026

Legislator yang akrab disapa Khoir itu mengatakan, Fraksi PKB mencermati adanya penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sekitar Rp4,025 triliun menjadi Rp4,007 triliun. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi berkurangnya target pajak daerah sekitar Rp17 miliar.

Menanggapi kondisi tersebut, PKB mengingatkan agar tantangan fiskal tidak diselesaikan dengan menambah beban masyarakat.

“Fraksi PKB berpandangan bahwa tantangan fiskal tidak boleh selalu dijawab dengan meningkatkan beban masyarakat. Yang harus dilakukan adalah memperbaiki tata kelola, memperluas basis pajak yang potensial, menutup kebocoran penerimaan, dan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang selama ini belum tergarap secara maksimal,” tegasnya.

Salah satu sektor potensial yang menjadi perhatian Fraksi PKB adalah Pajak Air Permukaan (PAP). Pemprov Lampung didorong melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sektor tersebut, mulai dari pendataan ulang, validasi titik pemanfaatan, digitalisasi sistem, hingga penguatan pengawasan.

Baca Juga  Yozi Rizal Soroti Lemahnya Perhatian Pemprov Lampung terhadap Dunia Sastra

“Jangan sampai kita sibuk mencari sumber pendapatan baru, sementara potensi pendapatan yang sudah tersedia di depan mata justru belum tergarap secara maksimal,” ungkap Khoiriyah yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Lampung.

Selain sektor pendapatan, Fraksi PKB memberikan sejumlah catatan terhadap alokasi belanja daerah. PKB meminta agar belanja pemerintah benar-benar diarahkan pada program yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Menurut Khoiriyah, pembangunan infrastruktur daerah harus terhubung dengan penguatan ekonomi kerakyatan, terutama dalam memperlancar distribusi hasil pertanian dan membuka konektivitas antarwilayah.

“Pada bidang pendidikan dan kesehatan, Fraksi PKB menegaskan kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan kualitas layanan pendidikan, pemerataan akses, maupun fasilitas kesehatan yang cepat, mudah, dan manusiawi,” katanya.

Di sektor pertanian, yang menjadi salah satu tumpuan ekonomi masyarakat Lampung, pemerintah juga didorong memperkuat perlindungan petani, stabilisasi harga, pembangunan irigasi, hingga hilirisasi produk pertanian.

Baca Juga  Elly Wahyuni Nilai Kebijakan Pendidikan Ringankan Beban Masyarakat Lampung

Fraksi PKB turut mengingatkan agar pengelolaan pembiayaan melalui utang daerah dilakukan secara hati-hati sehingga tidak menjadi beban fiskal bagi pemerintah daerah pada masa mendatang.

Di sisi lain, Khoiriyah menekankan pentingnya sinergi konstruktif antara legislatif dan eksekutif dalam mengawal pembangunan daerah.

“Kami percaya hubungan antara DPRD dan Pemerintah Daerah bukanlah hubungan untuk saling melemahkan. Kita adalah mitra konstitusional yang memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga amanah rakyat,” ujarnya.

Ia menegaskan, perbedaan pandangan tidak berarti menjadi lawan, sementara kritik dan pengawasan bukan bentuk upaya menghambat pemerintahan.

“Berbeda pandangan bukan berarti berlawanan. Kritik bukan berarti menghambat. Pengawasan bukan berarti mencari kesalahan. Semuanya adalah bagian dari ikhtiar untuk memastikan pembangunan berjalan di jalan yang benar,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Thomas Amirico Tekankan Kompetensi Guru di Tengah Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis
Lampung Perkuat Hilirisasi Kakao Pesawaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Gubernur Lampung Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
Budiman AS Minta Kapolda Baru Lanjutkan Pemberantasan Narkoba di Lampung
Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi
Batin Wulan Lantik Pengurus PMI Kota Metro 2026–2031, Tekankan Kesiapsiagaan Bencana
Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026
Gubernur Lampung Dorong Tahura WAR Jadi Destinasi Unggulan Ekowisata Lampung

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Bukan karena Anggaran, Gaji PPPK Paruh Waktu Lamsel Tertunda Tunggu SK

Rabu, 30 September 2026 - 20:09 WIB

PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Senin, 28 September 2026 - 15:31 WIB

Tim Domino PWI Lampung Juara Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Jumat, 25 September 2026 - 18:42 WIB

ASDP Bakauheni Dukung Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Rabu, 23 September 2026 - 20:40 WIB

PWI Lampung Selatan Jenguk Sodu Sinaga, Beri Dukungan di Masa Pemulihan

Kamis, 17 September 2026 - 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Selatan 5,71 Persen, Egi Dorong Dampaknya Dirasakan Masyarakat

Rabu, 16 September 2026 - 12:11 WIB

Kejari Lampung Selatan Tetapkan Yayasan Bussaina sebagai Wali Sah Delapan Anak

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Iwan Mursalin

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Pimpin Evkin ASN, Peringkat OPD Bakal Diumumkan Tiap Semester

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:49 WIB