32.415 Warga Lampung Selatan Terdampak Erupsi Anak Krakatau

eko

Selasa, 8 September 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 32.415 jiwa di Kabupaten Lampung Selatan tercatat terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Data tersebut dihimpun Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan berdasarkan laporan hingga Minggu (6/9/2026) pukul 15.00 WIB.

Lampung Selatan (Netizenku.com): Data sementara itu berasal dari 16 Puskesmas dari total 28 Puskesmas yang berada di Kabupaten Lampung Selatan. Dari laporan tersebut, sebanyak 146 desa dilaporkan terdampak material abu vulkanik.

Dalam laporan harian kesehatan yang dihimpun Dinas Kesehatan Lampung Selatan, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level III atau Siaga. Abu vulkanik dengan intensitas sedang hingga tebal dilaporkan mengganggu jarak pandang dan berpotensi mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski jumlah warga terdampak mencapai puluhan ribu jiwa, hingga laporan tersebut dibuat belum terdapat masyarakat yang mengungsi ke posko, lapangan desa, maupun lokasi evakuasi lainnya.

Baca Juga  Egi Dampingi Kapolda Ungkap Jaringan Narkoba Rp235 Miliar

Dari jumlah warga terdampak tersebut, terdapat sejumlah kelompok rentan yang menjadi perhatian, yakni 247 balita, 14 ibu hamil dan ibu menyusui, 217 lansia, serta tujuh penyandang disabilitas. Namun, data kelompok rentan tersebut masih berasal dari laporan Puskesmas Tanjung Agung.

Sementara itu, data pelayanan kesehatan dari 16 Puskesmas yang melapor belum mencatat adanya kunjungan pasien terkait dampak erupsi. Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, maupun dermatitis atau gangguan kulit juga masih tercatat nihil.

Data rujukan pasien pun belum menunjukkan adanya warga yang harus mendapatkan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan lain.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Lampung Selatan masih mencatat ketersediaan sejumlah bahan medis habis pakai dan obat-obatan vital di 16 Puskesmas yang melapor.

Baca Juga  Dampingi Anak Berisiko Stunting, Zita Anjani Pastikan Bantuan Tepat Sasaran dan Berkelanjutan

Stok yang tersedia antara lain 3.361 boks masker bedah, 290 boks masker N95, 562 botol tetes mata steril, obat ISPA dan Ventolin, 2.532 unit kasa, serta 440 botol cairan NaCl.

Namun, penanganan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Abu vulkanik dengan intensitas sedang hingga tebal membatasi jarak pandang kendaraan saat petugas melakukan kunjungan kepada masyarakat terdampak.

Selain itu, stok masker dan tetes mata mulai menipis setelah dibagikan secara masif kepada masyarakat. Ketersediaan air bersih juga masih menjadi salah satu persoalan di sejumlah wilayah terdampak.

Sebagai langkah penanganan, Puskesmas di wilayah terdampak terus memberikan pelayanan kesehatan melalui Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan Puskesmas Pembantu (Pustu). Petugas juga membagikan masker serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan alat pelindung diri sederhana.

Baca Juga  Pemkab Lampung Selatan Mulai Rekonstruksi 20 Ruas Jalan Senilai Rp100 Miliar

Pelaksanaan penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kepolisian, lurah, dan perangkat terkait. Koordinasi tersebut juga mencakup pendataan warga terdampak, khususnya kelompok rentan.

Untuk mendukung penanganan dampak erupsi, 16 Puskesmas yang telah melaporkan kondisi wilayahnya mengajukan tambahan kebutuhan berupa 8.780 boks masker bedah dan 5.005 botol tetes mata steril kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan.

Laporan harian tersebut ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan Devi Arminanto, SKM., M.M., sebagai bahan pemantauan dan penanganan dampak kesehatan masyarakat akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pemerintah daerah melalui jajaran pelayanan kesehatan diharapkan terus memantau perkembangan kondisi masyarakat di wilayah terdampak serta memastikan ketersediaan layanan kesehatan, alat pelindung diri, obat-obatan, dan kebutuhan dasar bagi warga. (*)

Berita Terkait

Mendes PDT Soroti Kebun Anggur BUMDes Merak Berseri di Lampung Selatan
Komisi X DPR RI Dorong Revitalisasi Sekolah dan Penyelesaian Status Guru PPPK
Komisi X DPR RI Dorong Pemerataan Sarana Pendidikan melalui Program Revitalisasi Sekolah
Erupsi Gunung Anak Krakatau Meningkat, Pemkab Lampung Selatan Siapkan Langkah Antisipasi
Gunung Anak Krakatau Level III, Pemkab Lampung Selatan Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada
Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina
PWI Lampung Selatan Audiensi dengan DPRD, Bahas HPN dan Porwanas 2027
Kapolres Lamsel Komitmen Perkuat Keamanan untuk Dukung Pariwisata dan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 13:16 WIB

Ismet Roni Desak Pertamina Pastikan Pasokan Solar di Lampung, Antrean SPBU Masih Mengular

Senin, 7 September 2026 - 16:02 WIB

Wagub Jihan Aktifkan Destana Hadapi Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 14:59 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Berpotensi Meluas, Komisi II DPRD Lampung Minta Mitigasi Diperkuat

Senin, 7 September 2026 - 13:49 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 18:30 WIB

PDI Perjuangan Lampung Selatan Bagikan Masker dan Bentuk Tim Mitigasi Gunung Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 11:53 WIB

ANTARA Dukung Penguatan Kerja Sama Media Asia-Pasifik Hadapi Disrupsi Digital

Sabtu, 5 September 2026 - 23:19 WIB

Warga Bandar Lampung Diimbau Waspada Paparan Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Sabtu, 5 September 2026 - 19:48 WIB

BULOG Turun Serentak ke Pasar, Stok Beras Lampung Capai 264.884 Ton

Berita Terbaru

Pringsewu

Pendapatan dan Belanja Pringsewu Naik dalam Perubahan APBD 2026

Selasa, 8 Sep 2026 - 12:30 WIB

Lampung Selatan

32.415 Warga Lampung Selatan Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Selasa, 8 Sep 2026 - 12:25 WIB