Penyidik Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Pagelaran melimpahkan tersangka kasus pembunuhan Agnes Wulandari (20) beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pringsewu, Kamis (6/8/2026).
Pringsewu (Netizenku.com): Pelimpahan tahap II dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Negeri Pringsewu. Dengan pelimpahan tersebut, tanggung jawab tersangka dan barang bukti beralih kepada jaksa untuk proses hukum selanjutnya.
Kapolsek Pagelaran Iptu Agus Dharmawan mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengatakan, pelimpahan tahap II merupakan tindak lanjut atas hasil penelitian jaksa yang menyatakan seluruh unsur formil dan materiil dalam berkas perkara telah terpenuhi.
“Setelah menerima pemberitahuan P-21 dari Kejaksaan Negeri Pringsewu, hari ini penyidik melaksanakan pelimpahan tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum. Selanjutnya proses penanganan perkara memasuki tahapan penuntutan,” kata Agus, Kamis (6/8/2026).
Ia mengatakan, pelimpahan tersebut merupakan bagian dari komitmen penyidik dalam memberikan kepastian hukum kepada tersangka sekaligus memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban.
“Kami memastikan setiap tahapan penanganan perkara berjalan sesuai prosedur hingga siap disidangkan,” ujarnya.
Kasus tersebut sebelumnya menyita perhatian masyarakat Pringsewu setelah Agnes Wulandari, warga Dusun 5, Pekon Pemenang, Kecamatan Pagelaran, tewas ditusuk suami sirinya, Heru Purwanto, pada Jumat (26/6/2026) malam.
Berdasarkan hasil penyidikan, peristiwa bermula ketika tersangka mendatangi rumah orang tua korban untuk mengajak Agnes rujuk. Ajakan tersebut ditolak hingga terjadi pertengkaran.
Dalam kondisi emosi, tersangka yang telah membawa sebilah pisau dari rumah kemudian menusuk perut korban.
Setelah menusuk korban, Heru juga menusukkan pisau ke perutnya sendiri. Aksi tersebut gagal setelah korban berteriak meminta pertolongan dan warga berdatangan ke lokasi.
Tersangka kemudian melarikan diri ke area kebun sebelum ditemukan dalam kondisi terluka dan diamankan polisi.
Penyidik sebelumnya juga telah menggelar rekonstruksi dengan memperagakan 17 adegan untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan alat bukti dan keterangan para saksi. Hasil rekonstruksi menguatkan dugaan bahwa peristiwa tersebut dipicu rasa sakit hati setelah ajakan rujuk ditolak korban.
Atas perbuatannya, Heru Purwanto dijerat Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun. Tersangka juga dikenakan Pasal 468 KUHP tentang penganiayaan. (*)








