Kabupaten Mesuji mencatat sejarah baru dalam dunia sepak bola daerah. Untuk pertama kalinya, Mesuji ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Soeratin Provinsi Lampung 2026 untuk tiga kategori usia sekaligus, yakni U-13, U-15, dan U-17.
Lampung (Netizenku.com): Ketua PSSI Kabupaten Mesuji yang juga anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Budi Yuhanda, mengatakan penunjukan tersebut merupakan keputusan Asprov PSSI Lampung setelah seluruh rangkaian kompetisi tingkat regional selesai dilaksanakan.
Sebelumnya, sebanyak 12 kabupaten/kota mengikuti babak regional yang terbagi dalam sembilan zona. Tim-tim terbaik dari setiap regional selanjutnya akan bersaing pada putaran tingkat provinsi yang dipusatkan di Kabupaten Mesuji.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini menjadi sejarah bagi Mesuji karena baru pertama kali menjadi tuan rumah event resmi PSSI dengan tiga kategori sekaligus,” ujar Budi, saat di wawancarai diruang kerjanya, Kamis (6/7/2026).
Turnamen Piala Soeratin Provinsi Lampung dijadwalkan berlangsung pada 9-22 Agustus 2026. Sebagai kompetisi resmi dalam sistem pembinaan sepak bola nasional, ajang ini menjadi wadah pengembangan pemain usia 13 hingga 17 tahun menuju level yang lebih tinggi.
Budi berharap penyelenggaraan Piala Soeratin tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Mesuji.
“Harapannya kegiatan ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memajukan pembinaan olahraga. Jadi bukan hanya ekonominya yang bergerak, tetapi sepak bolanya juga berkembang,” katanya.
Ia menambahkan, target utama penyelenggaraan turnamen adalah mencetak pemain-pemain muda yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Output yang diharapkan bukan hanya berprestasi di tingkat provinsi, tetapi juga melahirkan pemain-pemain yang bisa bersaing di tingkat nasional sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang,” tegasnya.
Menjelang pelaksanaan turnamen, panitia terus mematangkan berbagai persiapan, terutama kondisi lapangan pertandingan yang terdampak musim kemarau.
Menurut Budi, rumput lapangan mengalami kekeringan akibat minimnya curah hujan serta belum tersedianya sistem irigasi. Untuk menjaga kualitas lapangan, panitia melakukan penyiraman setiap hari menggunakan mobil pemadam kebakaran dengan dukungan pasokan air dari sejumlah perusahaan.
“Kami bekerja ekstra menjaga kondisi lapangan. Penyiraman dilakukan setiap hari agar lapangan tetap layak digunakan meski peralatannya masih terbatas,” jelasnya.
Selain kondisi lapangan, keterbatasan fasilitas penginapan juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasinya, panitia menggandeng masyarakat dengan memanfaatkan rumah-rumah warga sebagai tempat menginap bagi peserta.
Budi memperkirakan setiap tim akan membawa sekitar 40 hingga 50 orang yang terdiri atas pemain, pelatih, ofisial, dan pendamping. Dengan tim pada masing-masing kategori serta tiga kategori yang dipertandingkan, ribuan orang diperkirakan akan datang ke Mesuji selama turnamen berlangsung.
“Dengan di setiap kategori dan tiga kategori yang dipertandingkan, akan ada ribuan orang yang datang ke Mesuji. Ini tentu menjadi peluang besar bagi perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Mesuji dalam menyukseskan penyelenggaraan turnamen. Berbagai fasilitas milik pemerintah daerah dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan panitia, mulai dari penyediaan alat berat untuk meratakan lapangan hingga mobil pemadam kebakaran untuk penyiraman rumput.
Selain itu, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta berbagai organisasi perangkat daerah turut bergotong royong membantu kelancaran pelaksanaan turnamen.
“Dukungan pemerintah daerah sangat luar biasa. Sepanjang fasilitas yang dimiliki pemerintah bisa digunakan, semuanya diupayakan demi menyukseskan Piala Suratin Provinsi Lampung di Mesuji,” pungkasnya. (*)








