Tubaba Usulkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Siapkan Kawasan Pendidikan Bertaraf Internasional

ari

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai bagian dari program prioritas pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI).

Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tubaba, M. Cheri Sopian, mengatakan program tersebut merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan nasional melalui sistem sekolah lintas jenjang yang terintegrasi mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK.

“Program ini berbeda dengan Sekolah Rakyat. Sekolah Nasional Terintegrasi lebih diarahkan bagi peserta didik berprestasi, khususnya dari kelompok masyarakat desil 4 sampai 7, dengan orientasi pendidikan bertaraf nasional hingga internasional,” ujaf Cheri saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, program SNT merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI dalam berbagai agenda nasional sejak akhir 2025 hingga awal 2026. Pemerintah pusat menargetkan pembangunan 500 Sekolah Nasional Terintegrasi di seluruh Indonesia pada tahun 2026.

Baca Juga  Dinsos Tubaba Berhasil Pulangkan Perempuan Terlantar ke Keluarga Setelah Telusuri Identitas

Cheri menjelaskan, konsep SNT dirancang sebagai sekolah unggulan di bawah pembinaan langsung Kemendikdasmen RI. Dalam sistemnya, satu kawasan pendidikan akan dipimpin seorang direktur sekolah yang membawahi tiga kepala sekolah dari jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK.

Selain itu, pemerintah pusat juga akan membentuk tim khusus untuk penjaminan mutu dan pengembangan tenaga pendidik. Guru yang ditempatkan nantinya direkrut secara selektif dengan standar kompetensi tinggi karena kurikulum yang diterapkan berbeda dengan sekolah umum dan diarahkan memenuhi standar internasional.

“Sekolah ini diharapkan menjadi pusat rujukan pendidikan di daerah, baik dari sisi pengelolaan pembelajaran, kualitas guru, maupun sarana dan prasarana,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen menyiapkan tiga skema pembangunan SNT. Skema pertama adalah pembangunan baru dengan syarat pemerintah daerah menyediakan dan menghibahkan lahan seluas 20 hingga 30 hektare kepada pemerintah pusat. Anggaran pembangunan untuk skema ini mencapai sekitar Rp250 miliar.

Skema kedua adalah pembangunan sebagian, yang diterapkan apabila suatu wilayah telah memiliki sebagian jenjang pendidikan, misalnya SD dan SMP, namun belum tersedia SMA. Pada skema ini, pemerintah daerah minimal menyediakan lahan seluas 5 hektare dengan dukungan anggaran sekitar Rp50 miliar.

Baca Juga  Bupati Tubaba Ikuti Kursus Kepemimpinan Lemhannas

Sementara skema ketiga adalah konsolidasi terintegrasi, yakni mengintegrasikan kawasan pendidikan yang telah memiliki SD, SMP, dan SMA/SMK dalam radius berdekatan sekitar 1 hingga 2 kilometer. Kebutuhan tambahan lahan pada skema ini berkisar 2 hingga 3 hektare dengan anggaran sekitar Rp30 miliar.

Karena keterbatasan lahan, Pemkab Tubaba memilih mengusulkan skema konsolidasi terintegrasi. Lokasi yang diusulkan berada di Kecamatan Tulang Bawang Udik, tepatnya di Tiyuh Marga Kencana, meliputi SMP Negeri 1 Tubaba, SD Negeri 11 Tubaba, dan SMA Negeri 2 Tubaba.

“Sebelumnya ada empat kecamatan yang diusulkan, yakni Tulang Bawang Tengah, Lambu Kibang, Gunung Agung, dan Tulang Bawang Udik. Setelah verifikasi, Tulang Bawang Udik dinilai paling memenuhi persyaratan pemerintah pusat,” jelasnya.

Tim dari Kemendikdasmen dijadwalkan turun langsung ke Tubaba pada Kamis (21/5/2026) untuk melakukan pengecekan kesiapan administrasi dan teknis lokasi yang diusulkan.

Baca Juga  Dekatkan Diri dengan Warga, NasDem Tubaba Gelar Program Cukur Gratis

Beberapa aspek yang menjadi penilaian antara lain legalitas lahan, kondisi topografi, keamanan lokasi, bebas risiko bencana, tidak berada di kawasan bising, serta jauh dari jaringan listrik tegangan tinggi maupun tempat pembuangan sampah.

Meski menggunakan skema konsolidasi, pemerintah daerah tetap diminta menyediakan tambahan lahan sekitar 2 hingga 3 hektare untuk pembangunan fasilitas penunjang pendidikan modern.

Adapun fasilitas yang dirancang dalam kawasan SNT meliputi ruang kelas pintar berbasis teknologi, laboratorium bertaraf internasional, perpustakaan modern, studio kreatif, auditorium, gedung olahraga, lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, kolam renang, hingga area pertanian dan peternakan untuk pengembangan keterampilan peserta didik.

Di Provinsi Lampung, saat ini baru empat daerah yang telah mengusulkan pembangunan SNT, yakni Tulang Bawang Barat, Mesuji, Lampung Utara, dan Lampung Timur.

“Kita berharap usulan ini menjadi awal lahirnya pusat pendidikan unggulan di daerah yang mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing global,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Pemkab Tubaba dan BPN Tetapkan Titik Koordinat Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat
Disdikbud Tubaba Usulkan Rehabilitasi SMPN 5 Tumijajar ke Pemerintah Pusat usai Temukan Kerusakan Ruang Kelas
KDKMP Tiyuh Pulung Kencana Raih Predikat Koperasi Rintisan Terbaik I Tingkat Provinsi Lampung
Dinsos Tubaba Berhasil Pulangkan Perempuan Terlantar ke Keluarga Setelah Telusuri Identitas
Pemkab Tubaba Percepat Pemenuhan Dokumen MCSP KPK, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan
Pemkab Tubaba Percepat Program Pembangunan Semester II 2026
Bupati Tubaba Ikuti Kursus Kepemimpinan Lemhannas
Pemkab Tubaba Revitalisasi Kawasan Budaya Uluan Nughik

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:26 WIB

Riyanto Pamungkas Pimpin FESPATI Lampung 2026–2031

Senin, 20 Juli 2026 - 20:32 WIB

Kredit Macet, Debitur di Pringsewu Ditahan usai Jual Truk yang Masih Jadi Jaminan Fidusia

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:56 WIB

Sepanjang 2026, Tubaba Catat 28 Kasus DBD Tanpa Kematian

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:49 WIB

Polres Pringsewu Gelar Rekonstruksi Kasus Penusukan Dua Pengunjung Biliar

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:46 WIB

Polisi Tangkap Penipu Modus Gadai Sawah di Bandar Lampung

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:26 WIB

Pemkab Pringsewu dan Ainet Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:07 WIB

Kejari Pringsewu Tahan Dua Tersangka Korupsi Pendataan PBB-P2

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:28 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Penetrasi Pasar di Sukoharjo

Berita Terbaru

Tanggamus

Tanggamus Jajaki Beasiswa dan Investasi dengan Turki

Jumat, 24 Jul 2026 - 14:52 WIB

Lampung

Fatikhatul Khoiriyah Resmi Pimpin PKB Lampung Utara

Kamis, 23 Jul 2026 - 13:44 WIB