Menjelang Iduladha, DPRD Provinsi Lampung meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap lapak penjualan hewan kurban musiman yang mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan di Kota Bandarlampung.
Lampung (Netizenku.com): Ketua Komisi II DPRD Lampung, Ahmad Basuki, menegaskan pemeriksaan kesehatan hewan kurban tidak boleh hanya difokuskan di sentra peternakan atau kandang ternak, tetapi juga harus menyasar lapak-lapak penjualan sementara di wilayah perkotaan.
“Jangan sampai hewan kurban yang dijual di lapak pinggir jalan terpapar virus seperti PMK atau penyakit lainnya yang membahayakan masyarakat,” ujar Basuki saat di wawancarai di ruang kerjanya, Selasa (12/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, selama ini vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan lebih banyak dilakukan di tingkat peternak. Sementara itu, hewan yang sudah dipindahkan ke lapak penjualan musiman kerap tidak lagi mendapat pengawasan secara intensif.
Komisi II DPRD Lampung meminta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mendata seluruh lapak penjualan hewan kurban, khususnya di Bandarlampung dan Metro.
Selain pendataan, DPRD juga meminta asal-usul ternak, kondisi kesehatan, hingga kelayakan hewan sebelum dijual kepada masyarakat dapat dipastikan melalui pengawasan rutin.
“Lapak-lapak musiman ini harus didata dan ditracking. Dari mana asal ternaknya, bagaimana kondisi kesehatannya, sampai kelayakan hewan sebelum dijual ke masyarakat,” jelasnya.
Basuki menilai pengawasan di lapak penjualan lebih efektif karena hewan kurban telah terkumpul di satu lokasi sehingga pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.
“Kalau di kandang petugas harus masuk sampai pelosok. Tapi kalau di lapak, hewan sudah terkumpul. Tinggal dicek kesehatannya satu per satu,” tegasnya.
Ia juga memastikan stok hewan kurban lokal di Lampung masih mencukupi untuk kebutuhan Iduladha tahun ini. Ketersediaan vaksin ternak pun dinilai aman. Meski demikian, pengawasan distribusi dan penjualan hewan kurban tetap harus diperketat guna mencegah peredaran hewan tidak sehat.
“Momentum Iduladha ini jangan sampai dicederai oleh peredaran hewan yang tidak sehat. Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas,” pungkasnya. (*)








