Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menyatakan dukungan penuh terhadap program BKKBN dalam percepatan pembangunan keluarga berkualitas dan penurunan stunting di Lampung.
Lampung (Netizenku.com): Hal itu disampaikan Marindo saat menerima Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih, di ruang kerjanya di Bandarlampung, Jumat (24/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, BKKBN memaparkan lima program strategis nasional yang akan diperkuat di daerah. Program itu meliputi Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Sidaya (Lansia Berdaya), serta pengembangan AI Super Apps tentang keluarga.
Marindo menilai peran BKKBN sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, banyak program pemerintah daerah yang berkaitan langsung dengan isu keluarga.
“Program BKKBN sangat relevan. Mulai dari penanganan stunting, ibu hamil, keluarga berencana, hingga peningkatan kualitas keluarga,” ujar Marindo.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan BKKBN. Sinergi dinilai menjadi kunci agar target pembangunan bisa tercapai lebih cepat.
“Kolaborasi harus diperkuat. Program daerah harus selaras dengan program BKKBN agar implementasinya efektif hingga ke kabupaten dan kota,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, siap menyinergikan berbagai program tersebut dengan kebijakan daerah. Tujuannya agar pelaksanaan di lapangan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Penguatan koordinasi lintas sektor juga menjadi perhatian. Dengan perencanaan yang terintegrasi, program pembangunan keluarga diharapkan berjalan lebih optimal.
Melalui sinergi berkelanjutan, Pemprov Lampung bersama BKKBN berkomitmen memperkuat pembangunan keluarga berkualitas. Langkah ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Lampung.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih, mengapresiasi kinerja Pemprov Lampung. Ia menilai upaya penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga berjalan positif.
Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK). Dokumen ini menjadi pedoman strategis untuk menyelaraskan kebijakan kependudukan, pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan antara pemerintah pusat dan daerah. (*)








