Jihan Nurlela meninjau lokasi perbaikan ruas jalan Pringsewu–Pardasuka, Selasa (24/2/2026), guna memastikan akses transportasi masyarakat tetap aman dan lancar.
Lampung (Netizenku.com): Penanganan difokuskan pada titik sepanjang 600 meter yang mengalami kerusakan cukup signifikan. Perbaikan sementara dilakukan melalui Unit Reaksi Cepat (URC) di tiga segmen pada ruas tersebut.
“Saat ini penanganan sementara dilakukan melalui URC di tiga segmen sepanjang 600 meter. Langkah ini kami ambil agar jalan tetap bisa dilalui dan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujar Jihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, langkah cepat tersebut merupakan bentuk respons Pemerintah Provinsi Lampung terhadap kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang aman dan nyaman. Menurutnya, infrastruktur jalan yang layak sangat penting dalam mendukung aktivitas dan pertumbuhan ekonomi warga.
Jihan memastikan, penanganan permanen akan segera dilakukan. Pemprov Lampung menargetkan perbaikan dengan konstruksi rigid beton dimulai pada Maret 2026.
“Insyaallah bulan Maret ini akan dilakukan penanganan permanen dengan rigid beton. Harapannya, masyarakat bisa menikmati akses jalan yang lebih aman dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Untuk mendukung perbaikan infrastruktur di Kabupaten Pringsewu, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp35,2 miliar guna penanganan jalan sepanjang 3,8 kilometer dengan metode rigid beton.
“Dengan rigid beton, insyaallah jalannya lebih awet, asalkan ikut dirawat dan sistem irigasinya dijaga agar tetap lancar,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Pringsewu, Riyanto Pamungkas menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pringsewu turut memberi perhatian pada pembenahan sistem drainase. Menurutnya, kerusakan jalan tidak terlepas dari buruknya aliran air yang menyebabkan genangan dan mempercepat degradasi badan jalan.
“Pembangunan drainase penting agar air secepatnya keluar dari badan jalan karena genangan dapat menyebabkan jalan cepat rusak dan banjir,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih adanya bangunan dan saluran yang tertutup sehingga menghambat aliran air. Riyanto mengajak masyarakat bersama-sama menjaga fungsi drainase demi keberlanjutan infrastruktur.
“Ini momentum bagi kami untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga drainase,” pungkasnya. (*)








