Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus mendorong inovasi sektor pertanian melalui pengembangan produk olahan bernilai tambah.
Pringsewu (Netizenku.com): Salah satunya dengan menggelar Workshop Implementasi Mocaf Berbasis Klaster Berkelanjutan yang berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Pringsewu, Senin (26/1/2026).
Workshop tersebut menghadirkan narasumber Profesor Dr. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D., Tenaga Ahli Bupati Pringsewu sekaligus Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati Riyanto Pamungkas menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Profesor Achmad Subagio yang di tengah kesibukannya sebagai akademisi bersedia mendampingi Kabupaten Pringsewu dalam melakukan inovasi, khususnya di sektor pertanian dan industri pengolahan.
“Kami memiliki inovasi yang berbasis pada permasalahan nyata di lapangan. Lampung memiliki sekitar 9,7 juta ton produksi singkong, namun permasalahan yang dihadapi adalah anjloknya harga. Oleh karena itu, kami mencoba melakukan inovasi melalui pengembangan mocaf,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, gagasan pengembangan mocaf tersebut telah disampaikan kepada Gubernur Lampung dan mendapatkan dukungan penuh, bahkan diminta agar segera direalisasikan.
Selain itu, program ini juga telah disampaikan kepada Menteri Pertanian karena dinilai sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada agenda identifikasi dan penguatan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.
“Mocaf ini kami tetapkan sebagai Program Strategis Kabupaten Pringsewu, yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah singkong serta menyejahterakan petani,” tambahnya.
Workshop ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, para asisten dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Pringsewu. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan industri mocaf berbasis klaster yang berkelanjutan di Kabupaten Pringsewu. (*)








