Makro ekonomi Lampung sepanjang semester I 2025 masih pasang surut atau berfluktuasi meski dalam kisaran yang aman. Namun sejumlah indikator perlu menjadi perhatian, terutama inflasi yang cenderung meningkat dan nilai tukar petani yang melemah.
Tingkat inflasi Lampung sepanjang semester I 2025 menunjukkan pasang surut tersebut yang diakhiri tingkat inflasi year on year (yoy) pada Juni lalu sebesar 2,27 persen. Inflasi pada Juni 2025 merupakan inflasi tertinggi kedua di sepanjang semester 1 2025, setelah sempat memuncak pada tingkat 2,8 persen pada April 2025, lalu turun di tingkat 2,12 persen pada Mei 2025.
Sama seperti terjadi pada tahun lalu, tingkat inflasi kumulatif di Lampung, terbesar masih disumbangkan oleh dua wilayah cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK), yakni Kabupaten Mesuji dan Lampung Timur, dimana pada Juni 2025 tercatat mengalami inflasi masing-masing sebesar 2,52 persen dan 2,48 persen. Terendah di Kota Metro sebesar 1,81 persen.
- Untuk menahan laju inflasi di dua wilayah cakupan tersebut, pemerintah daerah yang mengalami kerawanan inflasi tinggi dapat meminta bantuan kepada Badan Pangan Nasional (BAPANAS) untuk memperoleh beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang rencananya akan kembali disalurkan pada Juli 2025.
Program SPHP dan bantuan pangan ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan pokok, yang dikoordinasikan secara lintas sektor bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN pangan, dan pelaku usaha sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ekspor dan Neraca Perdagangan
Fluktuasi juga terjadi pada realisasi ekspor yang berada dalam kisaran 352,16 juta dolar AS sampai 578,06 jota dolar di periode Januari-Mei 2025. Namun bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, nilai ekspor Lampung tahun ini secara kumulatif jauh lebih baik.
Badan Pusat Statistik melaporkan nilai ekspor Provinsi Lampung Januari-Mei 2025 mencapai 2.491,01 juta dolar AS, mengalami peningkatan sebesar 36,98 persen dibandingkan Januari-Mei 2024 yang mencapai 1.818,56 juta dolar. Sementara nilai ekspor Provinsi Lampung Mei 2025 mencapai 565,33 juta dolar AS, mengalami peningkatan sebesar 74,89 persen dibandingkan Mei 2024 yang mencapai 323,25 juta dolar AS.
Di sisi impor juga terjadi peningkatan. Nilai impor Provinsi Lampung Januari-Mei 2025 mencapai 979,84 juta dolar AS, bertambah sebesar 5,93 persen dibandingkan Januari-Mei 2024 yang mencapai 924,95 juta dolar AS.
Sedangkan nilai impor Provinsi Lampung Mei 2025 mencapai 177,25 juta dolar AS, mengalami peningkatan sebesar 18,37 persen dibandingkan Mei 2024 yang mencapai 149,74 juta dolar AS.
Dengan posisi tersebut neraca perdagangan Provinsi Lampung Januari-Mei 2025 mengalami surplus 1.269,09 juta dolar AS yang dipicu surplus pada sektor nonmigas sebesar 1.840,52 juta dolar AS, sementara sektor migas defisit 571,43 juta dolar AS.
Khusus selama Mei 2025 Lampung surplus 146,00 juta dolar AS. Surplus berasal dari transaksi perdagangan sektor nonmigas senilai 254,06 juta dolar AS, sementara sektor migas defisit 108,06 juta dolar AS.
Tingkat Penghunian Kamar
BPS Lampung melaporkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Provinsi Lampung pada Mei 2025 tercatat 42,94 persen, turun 0,48 poin dibanding TPK hotel bintang pada April 2025 yang tercatat sebesar 43,42 persen.
Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2024 dimana TPK hotel berbintang tercatat sebesar 45,34 persen, TPK hotel berbintang ini turun sebesar 2,40 poin. Bila diamati menurut klasifikasi hotel bintang pada Mei 2025, TPK hotel bintang 1 dan 2 tercatat sebesar 34,83 persen, hotel bintang 3 sebesar 43,79 persen, dan hotel bintang 4 dan 5 sebesar 47,99 persen.
Sementara pada bulan April 2025 TPK hotel bintang 1 dan 2 sebesar 37,88 persen, hotel bintang 3 sebesar 45,69 persen, dan hotel bintang 4 dan 5 sebesar 45,12 persen. Di sisi lain, TPK hotel non-bintang pada Mei 2025 sebesar 24,26 persen, turun 1,91 poin dibandingkan dengan TPK bulan April 2025 yang tercatat sebesar 26,17 persen. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2024 dimana TPK hotel non bintang tercatat sebesar 27,28 persen, TPK hotel non-bintang ini turun sebesar 3,02 poin.
Secara total TPK hotel pada bulan Mei 2025 tercatat 31,19 persen, turun 1,45 poin dibandingkan dengan bulan April 2025, serta turun 2,69 poin dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2024.
Penurunan TPK juga disertai penurunan rata-rata tamu menginap yang pada Mei 2025 tercatat 1,25 hari. Angka itu mengalami penuruban sebesar 0,13 hari, bila dibandingkan dengan rata-rata lama menginap bulan April 2025 yang tercatat 1,38 hari.
Dilaporkan, rata-rata tamu asing menginap pada Mei 2025 selama 1,50 hari, sedangkan rata-rata tamu domestik menginap selama 1,25 hari.
Nilai Tukar Petani
Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) juga dilaporkan kurang menggembirakan, meski retata nilainya masih perkasa di atas titik impas (100).
NTP Provinsi Lampung Juni 2025 sebesar 128,31 atau turun 1,78 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan It turun sebesar 1,77 persen dan Ib yang naik sebesar 0,02 persen.
NTP Provinsi Lampung Juni 2025 untuk masing-masing subsektor tercatat Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P) (103,62), Tanaman Hortikultura (NTP-H) (116,74), Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr) (167,86), Peternakan (NTP-Pt) (99,73), Perikanan Tangkap (112,09), dan Perikanan Budidaya (96,97).
Penurunan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Lampung dimana pada Juni 2025 tercatat sebesar 131,94 atau turun 1,77 persen dibanding NTUP Mei 2025 sebesar 134,31.
Dengan demikian, makro ekonomi Lampung semester I 2025 masih menghadapi tantangan yang signifikan, terutama dalam hal inflasi dan nilai tukar petani. Pemerintah daerah perlu mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)








