Pemprov Desak Pusat Tetapkan Harga Singkong Nasional

Suryani

Rabu, 30 April 2025 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, Foto: Istimewa.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, Foto: Istimewa.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Panitia Khusus (Pansus) Tata Niaga Singkong DPRD Lampung mendesak pemerintah pusat segera menetapkan standar harga, kadar aci, dan potongan singkong yang berlaku secara nasional. Desakan ini disampaikan menyusul terus merosotnya harga singkong di tingkat petani.

Bandar Lampung (Netizenku.com): Ketua Pansus Tata Niaga Singkong DPRD Lampung, Mikdar Ilyas, menegaskan bahwa dua persoalan utama, yakni penetapan harga dan kadar aci, tak bisa diselesaikan di tingkat daerah karena menjadi ranah kementerian.

“Kalau dua masalah ini tidak diselesaikan kementerian, maka pabrik dan petani tidak akan pernah menemukan titik temu. Petani ingin harga Rp1.350 per kg dengan potongan 15% dan kadar aci 20%. Sementara pabrik menginginkan kadar aci 24% dengan potongan yang sama,” ujar Mikdar dalam rapat terbatas secara virtual, Selasa (29/4/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapat tersebut diikuti oleh para deputi, dirjen, dan direktur dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Bappenas, serta Badan Pangan Nasional. Dalam rapat yang berlangsung selama tiga jam itu, Pemprov Lampung berharap keputusan konkret dari pemerintah pusat dapat segera diterbitkan dalam waktu dekat.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau

Mikdar mengungkapkan, jika penetapan harga tidak dilakukan secara rasional dan menyeluruh, pabrik akan enggan mengikuti karena biaya produksi lebih tinggi dibanding harga tapioka impor atau hasil dari daerah lain.

“Lampung, yang menyumbang 70% produksi tapioka nasional, justru kalah bersaing di pasar dalam negeri dengan produsen dari Medan, Bangka, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kalau ini terus dibiarkan, pabrik-pabrik di Lampung bisa tutup,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika pemerintah pusat menetapkan harga secara nasional, maka seluruh pihak—termasuk pabrik—akan mengikuti keputusan tersebut. Dengan demikian, kesepakatan awal antara petani dan industri bisa ditegakkan.

“Kondisi saat ini membuat petani hanya menerima Rp400–Rp500 per kg. Bukan hanya tidak untung, modal pun tidak kembali. Kami mohon kementerian terkait tidak menganggap remeh persoalan ini,” lanjut Mikdar, yang juga politisi Partai Gerindra.

Baca Juga  Eva Dwiana Hadiri Rakor Kepala Daerah Regional Sumatera di Batam

Ia menyatakan, pihaknya bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal akan terus mengawal usulan ini ke kementerian agar bisa ditetapkan sebagai kebijakan nasional. Tujuannya agar harga tapioka Lampung bisa bersaing di pasar dalam negeri.

Dorong Hilirisasi Singkong untuk Nilai Tambah

Di sisi lain, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan bahwa Pemprov Lampung telah menjadikan hilirisasi singkong sebagai program strategis daerah. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan bersama seluruh bupati dan wali kota se-Lampung di Gedung Pusiban, Rabu (16/4/2025).

Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk, daya saing, dan kemandirian industri daerah.

“Fokus kami sekarang adalah hilirisasi di tingkat desa. Investasi di sektor ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dan memberikan nilai tambah yang signifikan,” kata Gubernur Mirza.

Ia menambahkan, hilirisasi juga menjadi upaya konkret mendukung visi Asta Cita Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, khususnya Asta Cita Kelima tentang pengembangan industri berbasis sumber daya alam.

Baca Juga  Pemkot Perkuat Tata Kelola Program

“Lampung sebagai produsen singkong nomor satu di Indonesia harus keluar dari dominasi industri tapioka yang oligopolistik. Singkong bisa diolah menjadi berbagai produk, termasuk bahan bakar nabati yang mendukung energi hijau,” tegasnya.

Gubernur menyebut bahwa langkah hilirisasi akan membantu stabilisasi harga singkong, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus menciptakan ketahanan pangan dan energi nasional.

Hingga kini, Lampung masih menjadi produsen utama ubi kayu di Indonesia, menyumbang 39% dari total produksi nasional. Berdasarkan data, produksi ubi kayu di Lampung mencapai 6,7 juta ton, dengan Lampung Tengah sebagai wilayah penghasil terbesar melalui luas panen mencapai 77.038 hektare.

“Ubi kayu adalah komoditas strategis yang menopang ekonomi rakyat. Sudah saatnya kita naik kelas melalui hilirisasi dan kebijakan tata niaga yang berpihak pada petani,” pungkas Gubernur Mirza. (*)

Berita Terkait

Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan
APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Eva Dwiana jadi inspektur upacara HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Cegah Rabies, Petugas Jemput Bola Vaksinasi Hewan Peliharaan di Lampung Selatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Sampah Organik Lampung Dibidik Jadi Pupuk, Dorong Ekonomi Pertanian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:21 WIB

RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:33 WIB

PERABOI Gelar Bakti Sosial Deteksi Dini Kanker Payudara di RSUDAM

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:36 WIB

DPRD Lampung dan Disnaker Lampung Siap Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Marindo: Nilai Pancasila Harus Menjadi Landasan Pembangunan di Lampung

Berita Terbaru

Pringsewu

Catur PWI Lampung Bidik Tiga Emas pada Porwanas 2027

Minggu, 4 Okt 2026 - 21:07 WIB