Bandarlampung (Netizenku.com): Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura (KPTPH) Provinsi Lampung akan melakukan stabilisasi harga jagung. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong petani dalam memproduksi jagung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura (KPTPH), Kusnardi, mengatakan kenaikan harga jagung membuat petani enggan menanam komoditi jagung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Artinyakan petani tidak harus disuruh-suruh lagi untuk menanam jagung. Tinggal kita lakukan stabilisasi harga jagung,” ujarnya saat ditanyai, Selasa (10/1).
Menurutnya, berkaca pada tahun lalu ketika harga jagung sedang tinggi petani jagung banyak yang melakukan penanaman terhadap komoditi jagung.
“Kita lihat pengalaman tahun lalu bahwa kalo jagung harganya bagus. Comberan-comberanpun ditanam sama petani dan mereka juga menanam jagung berkualitas yang potensi produksinya tinggi,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan sebagian besar jagung di daerah setempat masih diserap oleh pabrik pakan ternak atau feedmill yang ada di Provinsi Lampung, dan terkadang dikirim ke Banten.
“Tapi juga kadang-kadang kita juga ngambil jagung dari Gorontalo, tapi memang sebagian besar diolah di Lampung,” jelasnya. (Dea)








