Bandarlampung (Netizenku.com): Aliansi Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) lakukan aksi pada saat penetapan tiga calon rektor terpilih dari delapan bakal calon rektor periode 2023-2027 di depan Gedung Rektorat Unila, Kamis (22/12).
Aksi ini diketahui sebagai upaya mahasiswa terhadap terpilihnya bakal calon rektor yang bersih dari kegiatan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) sebagaimana rektor yang menjabat sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator lapangan Aliansi Mahasiswa Unila, Ikhwan Chaniago, mengatakan aksi yang dilakukan para mahasiswa ini merupakan aksi damai.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa aksi ini juga bertujuan untuk mengawal pemilihan sampai tuntas tanpa adanya politik praktis, serta Unila dapat memiliki rektor yang bersih dari KKN.
“Pilrek harus bersih dan panitia kami minta transparan” ujar Ikhwan.
Senada dengan itu, para mahasiswa lain yang turut meramaikan aksi juga membawa berbagai poster di antaranya bertuliskan “Kawal Pilrek Sampai Tuntas” serta “Bebaskan Unila dari Calon Rektor terindikasi KKN”.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Senat Unila, Zakaria, menyebut bahwa pemilihan kali ini telah dilakukan secara selektif dari mulai tahapan pertama hingga akhir.
Adapun hasil seleksi pemungutan suara dari total 47 senat dengan pengawalan aliansi mahasiswa tersebut, menghasilkan nama Prof. Suharso dengan total 21 suara, disusul Prof. Asep Sukohar dengan jumlah 10 Suara, dan Prof. Lusmeilia Afriani dengan jumlah 7 suara.(Dea)








