PTM Terbatas, IDI Ingatkan Pemda Jangan Euforia

Redaksi

Selasa, 31 Agustus 2021 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua IDI Cabang Kota Bandarlampung, dr Aditya M.Biomed, usai rapat bersama Wali Kota Bandarlampung dan Direktur RS di Gedung Semergou Pemkot setempat, Kamis (7/7). Foto: Netizenku.com

Ketua IDI Cabang Kota Bandarlampung, dr Aditya M.Biomed, usai rapat bersama Wali Kota Bandarlampung dan Direktur RS di Gedung Semergou Pemkot setempat, Kamis (7/7). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemerintah daerah se-Provinsi Lampung, khususnya Kota Bandarlampung, berencana melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Pemkot Vaksinasi 7.000 Pelajar SMP untuk Simulasi PTM Terbatas

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Bandarlampung, dr Aditya M.Biomed, mengatakan dirinya mendukung PTM terbatas karena selama proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dalam jaringan (daring) memengaruhi mental anak dan orang tua.

Baca Juga  Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Orang tua stres, anak-anak juga stres. Tapi di sisi lain, pandemi juga belum berakhir,” kata dia di Bandarlampung saat dihubungi Netizenku, Selasa (31/8).

Aditya meminta pemerintah daerah perlu melakukan beberapa tahapan sebelum memutuskan PTM terbatas di sekolah.

Salah satunya menggandeng tenaga kesehatan melakukan penyuluhan untuk mengingatkan siswa dan guru akan pentingnya protokol kesehatan.

Baca Juga  Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas

“Menurut saya, alangkah eloknya ketemu lah, orang kesehatan dan orang pendidikan bersama pemerintah ini,” ujar dia.

Pemerintah daerah perlu melibatkan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan yang berlokasi di sekitar sekolah untuk pemantauan dan antisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Baca Juga: Disdikbud Lampung dan Kab/Kota Sepakat Gelar PTM Terbatas

Aditya mengingatkan agar pemerintah daerah tidak tenggelam dalam euforia dengan menurunnya angka kasus aktif Covid-19, positivity rate yang makin rendah, dan cakupan vaksinasi yang semakin membaik.

Baca Juga  Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

“Saya melihat kayak ada euforia, hati-hati pandemik belum berakhir. Jujur saya senang, tapi di sisi lain jangan lengah. Belajar dari pandemik ini, yang kita takut kan jatuhnya korban,” ujar dia. (Josua)

Berita Terkait

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas
Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung
Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Refleksi Pendidikan Lampung 2025: Akses Hampir Universal, Kualitas Guru di Hulu Jadi Penentu
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:30 WIB

Bambang Kusmanto Pasang Lampu Jalan untuk Warga Sukau dan Balik Bukit

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:48 WIB

Parosil, Jabatan Bukan Hadiah OPD Harus Inovatif

Senin, 27 April 2026 - 16:50 WIB

Evaluasi LKPJ 2025, Bupati Tubaba Perkuat Sinergi Wujudkan Visi 2029

Jumat, 24 April 2026 - 11:23 WIB

Sekda Lampung Dukung Program BKKBN, Percepat Penurunan Stunting dan Pembangunan Keluarga Berkualitas

Selasa, 21 April 2026 - 12:42 WIB

Birokrasi Gemuk, Kinerja Kurus: Lampung Barat Terjebak Ilusi Efisiensi

Sabtu, 18 April 2026 - 12:14 WIB

Ada Ulat di Menu MBG, Siswa Lambar Enggan Konsumsi

Minggu, 12 April 2026 - 08:10 WIB

Saat Struktur Lebih Gemuk dari Kinerja: Lampung Barat Butuh Perombakan

Minggu, 5 April 2026 - 19:59 WIB

Iuran KPN Naik, PDAM Mandek, Sampah Membusuk, Warga Lambar Dipaksa Maklum

Berita Terbaru

Terindikasi banyak melenceng dari juknis, KPK “pelototi” program MBG. (Ilustrasi: Netizenku)

Celoteh

BGN Kelewat Pede, KPK Dengungkan “Tanda Bahaya”

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:38 WIB

Lampung

DPRD Lampung Kritik Tajam LKPJ Pemprov 2025

Senin, 25 Mei 2026 - 21:49 WIB