Perempuan Berperan Penting Awasi Politik Uang di Masa Covid-19

Redaksi

Senin, 9 November 2020 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Divisi Hukum, Humas, dan Hubal Bawaslu Bandarlampung, Yusni Ilham (kiri) bersama akademisi UIN Raden Intan Lampung Hj Erina Pane SH MHum (tengah) dalam acara Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Pilwakot Bandarlampung, Senin (9/11). Foto: Netizenku.com

Anggota Divisi Hukum, Humas, dan Hubal Bawaslu Bandarlampung, Yusni Ilham (kiri) bersama akademisi UIN Raden Intan Lampung Hj Erina Pane SH MHum (tengah) dalam acara Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Pilwakot Bandarlampung, Senin (9/11). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Akademisi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) DR Hj Erina Pane SH MHum menilai perempuan memiliki peranan penting dalam melakukan penegakan pengawasan pemilihan di Pilkada Bandarlampung 2020.

\”Perempuan bisa menjadi ujung tombak penegakan pengawasan pemilihan dan memiliki semangat menjadi subyek politik,\” kata Erina dalam acara Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Pada Kaum Milenials (OKP dan Kelompok Perempuan) Dalam Rangka Pilwakot Bandarlampung Tahun 2020, Senin (9/11).

\”Perempuan-perempuan yang menjadi pengawal demokrasi harus bisa menyampaikan anti politik uang walaupun berat di masa Covid-19 ini, dimana kebutuhan masyarakat secara ekonomi sangat kurang,\” ujar dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu penyebab terjadinya politik uang adalah angka kemiskinan yang tinggi dan yang menjadi sasaran utama adalah perempuan. Kemudian, tingkat pendidikan yang memadai dan ketahanan sosial yang tinggi.

\”Ini suatu proses panjang karena perempuan harus berpartisipasi bagaimana penegakan demokrasi yang sesungguhnya,\” katanya.

Erina juga menyampaikan tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa melakukan pengawasan untuk 5 tahun ke depan, mencari pemimpin yang amanah yang tidak menjadikan uang sebagai alat mencapai tujuannya.

Dan kegiatan hari ini merupakan salah satu upaya dari Bawaslu Bandarlampung untuk mencegah politik uang dengan mengumpulkan sedikitnya 30 organisasi perempuan dari semua lini, untuk mengatakan tidak pada politik uang.

\”Kesetaraan gender ini menjadi tantangan yang berat, melaporkan pelanggaran-pelanggaran itu sesuatu yang berat dan butuh keberanian yang harus dimulai dari sekarang.\”

\”Insyaallah perempuan-perempuan di Bandarlampung mulai menyadari bahwa mereka punya idealisme dan mulai mengawal demokrasi,\” lanjut dia.

Sementara Koordinator Divisi Humas, Data, dan Informasi Bawaslu Bandarlampung, Yusni Ilham Ssos I mengatakan selama ini perempuan lebih sering dijadikan obyek oleh peserta pilkada untuk hal-hal yang tidak diinginkan.

\”Kita mencoba memberikan kesadaran bahwa kita ini tidak hanya fokus di urusan dapur, sumur, kasur. Kita juga bisa melakukan hal yang baik. Sehingga mereka paham tidak lagi menjadi obyek, dan mau bersama-sama Bawaslu melakukan proses pengawasan pilkada,\” ujar Yusni.

Kelompok perempuan sangat rentan akan politik uang sehingga ketika menjadi obyek peserta pemilihan, label-label negatif akan melekat pada diri perempuan.

\”Kelompok perempuan ini pastinya punya aktifitas di luar rumah, mereka bisa sampaikan kepada komunitas mereka masing-masing terkait pencegahan politik uang. Kita memberikan informasi pasal yang bisa memidanakan dan sanksi bagi pelaku politik uang dan mengajak untuk melaporkan karena selama ini yang melaporkan ke Bawaslu Kota hanya kaum laki-laki,\” tutup Yusni. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:21 WIB

Pemprov Lampung Putuskan Bangun Ulang Jembatan Way Bungur

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:48 WIB

Lampung Terima 710 Ribu Ton Pupuk Subsidi 2026, DPRD Lampung Pastikan Distribusi Sesuai HET

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:21 WIB

Bandar Lampung Bersiap Jadi Tuan Rumah Porprov X 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:20 WIB

KONI Lampung Bentuk Panitia Persiapan Porprov X 2026 di Bandar Lampung

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:02 WIB

Pemprov Lampung Luruskan Isu Supply–Demand Daging Sapi

Senin, 2 Februari 2026 - 21:18 WIB

Triga Lampung Temui Kemenhan, Bahas Keberlanjutan Lahan Tebu Eks SGC

Senin, 2 Februari 2026 - 17:28 WIB

Kempeskan Ban Mobil Mahasiswa, Anggota DPRD Lampung Terancam Sidang Etik

Senin, 2 Februari 2026 - 13:53 WIB

KONI Lampung Intensif Pantau Atlet Berprestasi Jelang PON 2028 dan Persiapan Tuan Rumah PON 2032

Berita Terbaru

Pringsewu

Pemkab Pringsewu dan BAPANAS Gelar Rakor Satgas Saber Harga

Selasa, 3 Feb 2026 - 19:54 WIB

Lampung

Pemprov Lampung Putuskan Bangun Ulang Jembatan Way Bungur

Selasa, 3 Feb 2026 - 18:21 WIB

Lampung

Bandar Lampung Bersiap Jadi Tuan Rumah Porprov X 2026

Selasa, 3 Feb 2026 - 13:21 WIB