Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) telah dibangun melalui jalan kebudayaan, berbagai pembangunan fisik maupun mental senantiasa mempertimbangkan aspek budaya.
Penjabat Bupati Tubaba Dr Zaidirina, SE.M.Si mengungkapkan, Tubaba Art Festival merupakan bagian penting dari kerja-kerja pembangunan sebuah kota yang bukan hanya membangun ruang semata, namun juga membangun manusia, membangun kebudayaan dan peradaban sebuah kota.
“Tubaba Art Festival turut membentuk keidentitasan dari Tubaba, karena selain dari pembentukan karakter melalui kesenian, Tubaba Art Festival juga mempunyai kemungkinan lain untuk menjadi salah satu jenis wisata budaya yang memperkenalkan dan menampilkan beragam kesenian dan kebudayaan yang ada,” ungkapnya dalam sambutan yang disampaikan Sekdakab Tubaba Ir Novriwan Jaya, SP saat pembukaan Festival di Taman Budaya Uluan Nughik, Panaragan Jaya, Jumat pagi (04/11) sekira pukul 08.15 Wib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, Kabupaten Tubaba mempunyai kekayaan akan keberagaman budaya dan seni, sehingga dapat menjadi salah satu potensi yang sangat bermanfaat apabila bisa dimaksimalkan. Selain menjadi identitas dan ciri khas, keberagaman itu sendiri bisa menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
“Kami mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada para budayawan, seniman, para pelaku dan pelestari seni, serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya TAF edisi ke 6 ini semoga dapat berjalan sukses dan menjadikan Tubaba semakin dikenal dan terbangun dalam segala bidang,” ucapnya.
Ia berharap, melalui bermacam bentuk budaya dan seni pertunjukan pada pagelaran Tubaba Art Festival Tahun ini, lanjut dia, masyarakat akan mengetahui dan mengenal budaya yang khas dan memahami sejarah dan filosofi dari setiap ritual seni yang dipertunjukan serta dapat memperkaya pengetahuan masyarakat tentang seni budaya daerah untuk dikembangkan lalu dipromosikan, sehingga dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya perkembangan ekonomi kreatif yang mampu mendorong berbagai kreativitas anak muda.
“Saya berharap kita semua dapat mengikuti kegiatan TAF ini sampai akhir, karena akan banyak pertunjukan, pameran/pemutaran film, dan lokakarya yang akan disajikan di berbagai venue, yaitu, di Kota Budaya Uluan Nughik, Tiyuh-tiyuh, Studio Tanoh Nughik, Bioskop Bekas Sinar Jaya, Sessat Agung Bumi Gayo Ragem Sai Mangi Wawai, dan Pasar Pulung Kencana,” tutupnya.
Sementara Direktur Sekolah Seni Tubaba Semi Ikra Anggara, mengatakan. Bahwa Festival yang diselenggarakan oleh Sekolah Seni Tubaba ini digelar selama 3 hari sampai dengan Minggu atau sejak tanggal 4-6 November 2022, dengan mengusung tema Self And Space yaitu tentang diri dan ruang, dimana Festival ini meneguhkan tentang dua hal yaitu persoalan diri dan ruang, hubungan antara seseorang dan hunian yang saling membentuk dan dibentuk.
“Pada Festival kali ini, kita akan melihat berbagai karya-karya seni yang diproduksi oleh para seniman Tubaba, yang mana para seniman tersebut banyak dari kalangan anak-anak Tubaba yang masih berusia 6-15 tahun,” kata Semi.
Menurutnya, pelaksanaan program TAF yang diselenggarakan oleh Sekolah Seni Tubaba ini, juga didukung oleh beberapa dinas di Tubaba, diantaranya adalah Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan itu, Ketua DPRD Tubaba Ponco Nugroho, ST, Kepala Kejaksaan Negeri Tubaba Sri Haryanto, SH.,MH, para asisten Pemkab, kepala OPD, Forkopimda, camat, dan tamu undangan lainnya. (Arie/Leni)








