YLKI Nilai PDAM Buruk, Begini Tanggapan Herman HN

Redaksi

Rabu, 19 Juni 2019 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Walikota Bandarlampung, Herman HN menanggapi sebuah rilisan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Lampung, yang menilai pendistrbusian air bersih PDAM Way Rilau tempati urutan pertaman dengan pelayanan terburuk.

Menanggapi hal tersebut, Herman HN justru mempersilahkan lawan pihak untuk menilainya. Sebab, menurut Herman, masyarakat Bandarlampung yang merasakan sesungguhnya pelayanan.

“Ya bagi dia ya nggak papa lah. Rakyat yang merasakan.” ujarnya usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Bandarlampung, Rabu (19/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Herman HN mengungkapkan, pihaknya sudah semaksimal mungkin dalam penanganan penyediaan air di Kota Tapis Berseri, “Kita sudah semaksimal mungkin bagaimana, ini kan kita tambah lagi. Mungkin air gak ngalir danggap kurang, ya daerah lain kan sama.” kata dia.

Herman juga menegaskan bahwa semua keluhan telah diatasi, salah satunya proyek kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam pengerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). “Ya semua keluhan itu kan sudah kita atasi, kita buat pipa baru bagaimana sambungan yang baik. Ya silahkan dia nilai aja nggak ada masalah. Rakyat yang merasakan.” jelasnya.

Ditanya soal himbauan khusus terhadap PDAM Way Rilau, Herman mengungkapkan bahwa tidak adanya himbauan khusus terhadap pihak PDAM Way Rilau terhadap nilai merah tersebut.

“Nggak ada himbauan. Saya kan berupaya. PDAM itu kan punya saya, bukan dia berdiiri sendiri. Semua perushaan daerah itu punya saya. Artinya saya sebagai walikota. Namanya rakyat kan bermacam-macam. Apalagi media sosial sekarang udah semau-maunya, yanggak papa, tapi bagaiman kita dapat meningkatkan pelayanan supaya lebih baik. “ kata Herman.

Ia kembali menegaskan, pihaknya telah bersih keras berupaya dalam mencukupi kebutuhan air di Kota Tapis Berseri ini. Keseriusan dibuktikan pada peninjauan proyek KPBU-SPAM di Desa Relung Helok, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Selasa (18/6) kemarin.

“Kemarin kan pada ikut saya, saya berupaya karena bagaiman air di Bandarlampung ini tercukupi, saya berupaya dari tahun 2010 bagaiman ini berhasil. Tapi kan baru berhasil kemarin. Dan tahun 2020 kan ini selesai. Sekitar 60 ribu sambungan.” tutupnya. (Adi)

Berita Terkait

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum
Fadli Zon Jadikan Lampung Panggung Pernyataan Pentingnya Pelestarian Budaya
Kampanye Anak Indonesia Hebat, Purnama Wulan Sari Mirza Ajak Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini
KPK dan DPRD Lampung Perkuat Sinergi Pencegahan Korupsi
DPP ABRI Gelar Pelatihan Paralegal Nasional 2025

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:00 WIB

Bupati Nanda Ikuti Rakor Pengamanan Idul Fitri di Polda Lampung

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:56 WIB

TMMD ke-127 di Pesawaran Ditutup, Pangdam II/Sriwijaya Apresiasi Sinergi TNI dan Pemda

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:52 WIB

Bupati Nanda Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026 di Pesawaran

Minggu, 1 Maret 2026 - 07:57 WIB

Berkah Ramadan, NasDem Pesawaran Bagikan 1.000 Takjil

Senin, 2 Februari 2026 - 20:00 WIB

Viral Pelanggaran Etik, NasDem Pesawaran Beri Kesempatan Terakhir untuk TM

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:10 WIB

Dua Siswa di Pesawaran Dihentikan MBG Usai Orang Tua Kritik Program

Senin, 19 Januari 2026 - 18:29 WIB

Konflik Agraria Way Lima Memanas, Masyarakat Adat Tantang PTPN I

Senin, 12 Januari 2026 - 15:14 WIB

Diduga Bermasalah, FOKAL Soroti Proyek Irigasi BBWS Mesuji Sekampung

Berita Terbaru