Women\’s March: Ketika Perempuan Masih Juga Menjadi Korban

Redaksi

Minggu, 25 Februari 2018 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sesi foto usai diskusi di kegiatan yang diadakan Women\'s March, yang dimulai dari pukul 13.00 WIB sampai 15.30 WIB di Waroenk Papi Unila, Minggu (25/2).

Sesi foto usai diskusi di kegiatan yang diadakan Women\'s March, yang dimulai dari pukul 13.00 WIB sampai 15.30 WIB di Waroenk Papi Unila, Minggu (25/2).

Bandarlampung (Netizenku): Diskusi bersama beberapa lembaga dan mahasiswa dari berbagai universitas menjadi rangkaian diskusi dalam kegiatan yang diadakan Women\’s March, yang dimulai dari pukul 13.00 WIB sampai 15.30 WIB di Waroenk Papi Unila, Minggu (25/2).

Berkerjasama dengan LBH Bandarlampung dan Lembaga Advokasi Perlindungan Perempuan DAMAR Lampung, Women\’s March mengangkat tema yang bertajuk \’Peran Hukum Terhadap Perempuan Saat Kekerasaan Berbasis Gender Ada\’.

Kegiatan ini dipandu oleh Duta Baca Mahasiswa Provinsi Lampung tahun 2017, Dewi Maryana Sukma, dengan dua narasumber yakni Direktur LBH Bandarlampung, Alian Setiadi, S.H dan Advokat Perlindungan Perempuan DAMAR Lampung, Meda Fatmayanti, S.H.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\"\"

Meda Fatmayanti menguraikan, kejahatan tidak hanya dalam bentuk fisik melainkan juga secara verbal dan psikis. \”Kejahatan saat ini tidak hanya dilakukan secara fisik saja, tetapi juga kejahatan verbal, psikis, dan lainnya. Sampai saat ini perempuan masih dianggap sebagai objek dalam kekerasan,\” ungkapnya.

Sementara pelopor Women\’s March Lampung, Rizky Gita menjelaskan, \”Dengan diadakannya diskusi internal ini saya berharap relawan Women\’s March dapat mengedukasi masyarakat sekitar.\” Tak lama kemudian ia menambahkan, \”Tanggal 4 Maret nanti kita akan mengadakan kegiatan dan sebelumnya kita kumpul di Gramedia terlebih dahulu.\” (Denada)

Berita Terkait

Refleksi Pendidikan Lampung 2025: Akses Hampir Universal, Kualitas Guru di Hulu Jadi Penentu
TPT SMK Lampung Tertinggi, Kolaborasi Pemprov–CSR Jadi Jalan Baru
Thomas Amirico Raih IWO Award 2025
Gubernur Mirza dan Jembatan Pendidikan Tampang Muda:  Gotong Royong Pemerintah untuk Masa Depan Anak Pelosok
Peminat Sekolah Negeri Menurun, Ini Kata Akademisi ITBA DCC
Kemendikdasmen Berencana ‘Hidupkan’ Kembali Jurusan SMA dan Kurangi Muatan Pelajaran SD-SMA
Satker Mitra Kerja Dilarang Berikan Gratifikasi ke Pegawai Kanwil DJPb Provinsi Lampung
Presiden Prabowo Wanti-wanti Mendikti Agar Mahasiswa Tidak Terhasut

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 00:28 WIB

Pemkab Lampung Selatan Tekankan Sinergi Pusat-Daerah di Hari Otda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:44 WIB

Kementan Buka Program Pelatihan Petani Muda ke Jepang, Pemuda Lampung Berkesempatan Daftar

Senin, 9 Februari 2026 - 12:24 WIB

HPN 2026, Fatikhatul Khoiriyah: Pers Harus Berani Kawal Demokrasi

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:29 WIB

Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:23 WIB

Pemprov dan DPRD Lampung Soroti Kepesertaan 89 Ribu BPJS PBI 2026

Senin, 12 Januari 2026 - 15:49 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026

Rabu, 31 Desember 2025 - 16:18 WIB

Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik

Senin, 22 Desember 2025 - 10:41 WIB

Emado’s Perluas Jaringan, Lampung Jadi Cabang ke-99

Berita Terbaru

Celoteh

Bunda Eva (Memang) Bukan Margaret Thatcher

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:53 WIB

Pringsewu

468 Jamaah Haji Pringsewu Resmi Diberangkatkan

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:31 WIB