oleh

Warga Gunung Agung Digegerkan Penemuan Tengkorak Manusia di Hutan Register

Tulangbawang Barat (netizenku.com): Warga Gunung Agung, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) digegerkan dengan penemuan tengkorak dengan posisi gantung diri di peladangan pinggir rawa belukar Hutan Tanaman Industri (HTI) Register 44 Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulangbawang Barat.

Penemuan tengkorak yang diketahui bernama Parman Bin Misdi (45) warga Tiyuh Bangun Jaya, Kecamatan Gunung Agung tersebut, pertama kali ditemukan Sukirno (60) warga Dusun Apak Jaya HTI, Kecamatan Gunung Terang pada Selasa (17/7) ketika tengah membersihkan ladang.

Kemudian Sukirno bertemu Katman (42) yang merupakan adik korban dan menanyakan apakah korban hilang dan dijawab Katman benar bahkan sudah sekitar dua (2) bulan. \”Saya menemukan tulang mirip tengkorak manusia, coba besok ikut saya, kalau sekarang saya belum selesai mbabat (membersihkan ladang,\” ungkap Kapolsek Gunung Agung AKP. Sobari mengutip perkataan saksi, kepada netizenku.com, Rabu (18/7) sore.

Baca Juga  SMK Muhammadiyah Tumijajar MoU dengan Universitas Malaysia dan Thailand 

Berbekal penemuan tengkorak tersebut, Sukirno dan Katman mengajak Ngatiman (57) warga Sumber Jaya, Gunung Agung, dan ketiganya pada Rabu (18/7) menuju lokasi dan mencari tulang belulang yang mirip dengan manusia. \”Saat tiba di lokasi, selain tulang belulang, mereka juga menemukan celana pendek loreng putih dengan kantong samping, diduga kuat milik Parman. Mereka langsung menghubungi ke Kepalo Tiyuh, dan Bhabinkantibmas serta melaporkannya ke Polsek Gunung Agung,\” terangnya.

Baca Juga  Soali Campur Tangan SGC, Besok Rakyat Tubaba Gelar Aksi di Tiga Titik

Kapolsek menambahkan, usai mendapat laporan, pihaknya bersama petugas medis Puskesmas Dwi Kora Jaya langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). \”Di TKP ditemukan ikat pinggang yangg masih tertali di atas pohon dengan tinggi lebih kurang 9 meter, kemudian ikat pinggang tersebut kami potong dan di turunkan,\” kata dia.

Sambung Kapolsek, usai potongan tengkorak tersebut dikumpulkan langsung dibawa ke Puskesmas Dwikora Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. \”Namun, permintaan pihak keluarga meminta agar tidak dilakukan otopsi karena yakin itu adalah Parman,\” papar Sobari.

Baca Juga  Ini Isi Lengkap Fatwa MUI Soal Vaksin MR Haram

Masih menurut Sobari, Parman diketahui menghilang sekitar dua bulan lalu, dan diketahui memang bekerja menanam singkong di seputaran TKP bersama istrinya. \”Istri korban pernah datang ke rumah Katman, bercerita bahwa korban hilang usai menanam singkong bersamanya. Saat itu keduanya sempat cekcok dan Istri korban lari meninggalkan ladang dan tidak pulang ke rumah korban,\” paparnya, mengutip perkataan Katman, sambil memberi tahu bahwa Istri Korban saat ini juga tidak berada di rumahnya, dan tidak diketahui pihak keluarga bekerja di mana. (Arie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *