Vespa 2-Tak Listrik MAN 2 Balam Jadi “Magnet” Pengunjung Dev-X

Luki Pratama

Jumat, 5 Januari 2024 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebelah Kanan Kepala Sekolah MAN 2 Balam, Tengah Kemenag RI, kiri, Kanwil Kemenag Lampung.

Sebelah Kanan Kepala Sekolah MAN 2 Balam, Tengah Kemenag RI, kiri, Kanwil Kemenag Lampung.

Bandarlampung (Netizenku.com): Fuzi Nur Ilahi dan M Angga Yulizar, siswa kelas 12 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bandar Lampung, berhasil membuat gebrakan dengan mengkonversi kendaraan jenis Vespa 2 Tak menjadi motor listrik.

Keberhasilan keduanya itu berhasil mencuri perhatian pengunjung pameran Devotion Experience (Dev-X) Kementerian Agama (Kemenag) yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (5/1).

Dalam wawancara dengan media, Fuzi dan Angga mengatakan bahwa ide pembuatan motor listrik ini berawal dari Program Konversi BBM ke motor listrik. Dipilihnya Vespa karena ketersediaan bahan yang banyak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kebetulan madrasah kami adalah madrasah keterampilan. Kami dan tim punya ide untuk mengubah Vespa berbahan bakar minyak menjadi berbahan listrik,” kata Fuzi dan Angga.

Baca Juga  DPRD Lampung Sebut Kebijakan Presiden dan Gubernur Mulai Dongkrak Kesejahteraan Petani

Dua motor Vespa yang dipamerkan memiliki spesifikasi yang berbeda. Vespa dengan warna biru menggunakan aki kering 12 V, 20.2 AH, dengan motor penggerak berdaya 1.500 watt.

Sementara Vespa dengan warna merah menggunakan baterai lithium-ion dengan motor berdaya 3.000 watt, setara dengan kekuatan motor Tiger. Untuk pengisian baterai diklaim bisa sampai empat jam dan bisa menempuh jarak sekitar 100 km.

Guru Keterampilan MAN 2 Bandar Lampung, Abdullah, menjelaskan pengerjaan Vespa BBM menjadi motor listrik ini. Menurutnya, untuk konversi mesin memakan waktu 2-3 hari, sedangkan pengerjaan rangka bisa sampai dua minggu.

Proses konversi Vespa 2 tak menjadi motor listrik, lanjut dia, tentu tidak mudah. Diperlukan keterampilan dan pengetahuan teknis yang mumpuni. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat Fuzi dan Angga untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

Baca Juga  Pulung Kencana Berseru, Putra Jaya Umar Siap Kawal Jalan hingga Sumur Bor

Abdullah mengaku banyak pihak yang tertarik untuk membeli. Namun hasil praktik siswa MAN 3 Bandar Lampung ini memang tidak diperjualbelikan. Biaya pengerjaan motor Vespa ini diperkirakan habis sekitar Rp40 juta.

“Jika dikerjakan secara massal, mungkin harganya bisa lebih murah lagi,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala Badan Litbang Kemenag, Amien Suyitno, mengatakan konversi motor listrik yang dilakukan siswa madrasah menjadi kebanggaan karena mampu menciptakan kreasi baru.

“Talenta-talenta seperti ini harus dikembangkan terus oleh madrasah. Karena ke depan orang-orang yang akan dibutuhkan adalah yang punya skill, punya talenta, yang punya kemampuan bisa beradaptasi,” kata Suyitno.

Menurutnya, kreasi yang diciptakan ini menunjukkan bahwa madrasah sudah setara dengan sekolah-sekolah lain pada umumnya. Di samping itu madrasah memiliki keunggulan yang tak dimiliki sekolah lain yakni dari sisi penguatan karakter spiritual dan sains-teknologi.

Baca Juga  PPM Bandar Lampung Turut Sukseskan Gerakan Radin Inten Asri

“Jadi anak madrasah sudah harus bangga. Anak madrasah sudah di atas rata-rata, sehingga mereka harus bangga. Tapi jangan lupa ada tantangan lebih besar, maka harus terus belajar, belajar, belajar,” terangnya.

Kemudian, Kepala Sekolah MAN 2 Bandar Lampung, Naufal, semakin terpacu untuk meningkatkan ketrampilan pelajar MAN 2 Bandarlampung.

Kedepan, lanjutnya, bukan hanya ketrampilan konversi motor listrik saja yang akan dimaksimalkan. Tetapi, ketrampilan lainnya seperti seperti service AC, maupun tata busana akan lebih ia masifkan lagi dalam pembelajarannya.

“Antusias Gus Men menjadi cambuk bagi saya untuk memaksimalkan potensi ketrampilan siswa MAN 2 Bandarlampung,” tutupnya. (Luki)

 

Berita Terkait

Kebakaran Berulang di Way Kambas, Komisi II DPRD Lampung Dorong Pencegahan Diperkuat
BPBD Lampung Siap Bantu Korban Gempa NTT
Atap Rapuh, Mimpi Anak Way Kanan Tak Boleh Runtuh
Gubernur Lampung Ikuti Upacara Detik Detik Proklamasi Secara Virtual
Gubernur Lampung, Kemerdekaan Harus Dirasakan Masyarakat melalui Pembangunan yang Nyata
Pengusaha Jambi Laporkan Dugaan Penipuan Proyek Fiktif Rp465 Juta ke Polda Lampung
Konflik PT BSA Memanas, Wahrul Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan
Putra Jaya Umar, Antara Kebun, Petani, dan Tanggung Jawab Sebagai Wakil Rakyat

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Bupati Pringsewu Lepas 35 Atlet FESPATI Lampung ke Kejurnas 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:11 WIB

HUT Ke-81 RI, Pemkab Pringsewu Gelar Upacara dan Serahkan Bantuan Bedah Rumah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:08 WIB

Curanmor Mengintai Dini Hari, Polres Pringsewu Intensifkan Patroli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Setahun Buron Kasus Curanmor, Andi Lau Akhirnya Ditangkap Polisi di Tanggamus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Bupati Pringsewu Hadiri Paripurna Istimewa DPRD, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Motor Petani Dicuri Saat Panen Kelapa, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

Berita Terbaru

Lampung Selatan

PWI Lampung Selatan Dukung Pemanfaatan IKD

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:30 WIB

Pringsewu

Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:25 WIB