BERBAGI
Ustadz Abdul Somad saat memberi tausiah di Masjid Agung Ashabul Yamin, Blambangan Umpu.

Way Kanan (Netizenku): Dream come true. Mungkin itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan suka cita warga Waykanan, saat mendapati Ustadz Abdul Somad bertandang di kabupaten yang dipimpin Raden Adipati Surya itu.

“Saya betah di sini, berasa sedang pulang kampung. Padahal saya baru sekali ke sini,” buka Ustadz Abdul Somad (UAS) saat mengisi tausiah usai shalat Magrib berjamaah dan menjelang masuk waktu shalat Isya di Masjid Agung Ashabul Yamin, Kamis (5/4) malam.

UAS yang juga dikenal dengan julukan ‘Dai Sejuta Viewers’ ini menambahkan, rasa nyaman tersebut muncul lantaran sejak menjejakkan kaki di Bumi Way Kanan dirinya mendapati keramahan warga setempat. “Betah saya,” ucapnya lagi yang langsung disambut senyum ribuan jamaah yang memadati masjid di Blambangan Umpu itu.

Kehadiran UAS atas undangan pemerintah setempat dalam rangkaian HUT Way Kanan ke-19. “Tadi dari Bandara Radin Inten saya diangkut sama helikopter untuk sampai di sini. Tapi wartawan tolong jangan bilang Abdul Somad minta fasilitas ini-itu kalau diundang. Saya tidak pernah meminta fasilitas apa-apa, tapi karena sudah disiapkan helikopter, ya apa boleh buat,” selorohnya seraya tersenyum.

Ribuan warga Way Kanan antusias mengikuti siraman rohani Ustadz Abdul Somad.

Dalam tausiahnya UAS kembali mengingatkan bahwa perbedaan atau keanekaragaman harus dimaknai sebagai berkah. Oleh karenanya ia meminta agar jangan dipertentangkan. “Apalagi sampai mempertentangkan perbedaan yang tidak prinsip sifatnya, jangan,” pesannya.

UAS lantas memberi contoh, misalnya usai shalat berjamaah di masjid ada yang berdoa secara bersama, tapi ada juga yang berdoa sendiri-sendiri. “Itu bagus semua. Jangan malah dicari-cari perbedaannya, lalu sampai dipertentangkan satu sama lain,” imbuhnya.

Di bagian lain UAS yang kerap membahas hal-hal kekinian dari sudut pandang Islam menyebutkan, bahwa seorang ustadz tidak boleh menyinggung orang lain. “Makanya kalau ada yang tersinggung sama omongan ustadz, berarti nggak beriman. Orang kayak gitu perlu dirukiah,” katanya.

Ditambahkan UAS, misalnya, ada orang yang kalau dengar adzan merasa tidak nyaman. “Nah, ini juga nggak beriman,” sergah dia yang disambut tawa jamaah yang teringat dengan salah satu bait puisi kontroversial bertajuk ‘Ibu Indonesia’ yang dibacakan Sukmawati.

UAS, menambahkan, hal tidak elok lainnya adalah dengan membandingkan A dengan B yang tidak ada relevansinya. “Kalau saya bicara begini, pasti ada di antara jamaah yang bilang saya sedang menyindir. Tidak, saya tidak sedang menyindir siapa-siapa,” timpal ustadz yang dikenal kerap melemparkan komentar-komentar segar tersebut.

Kendati tausiah yang disampaikan UAS dirasakan terlalu cepat usai, namun warga Way Kanan harus bisa menahan sabar. Karena berdasarkan skedul yang disampaikan panitia, UAS yang bermalam di kediaman Sekda Way Kanan, Saiful, akan Subuhan berjamaah di Bumi Ratu.

Kemudian pada Jumat (6/4) pagi sekira pukul 9.30 wib akan mengisi tablig akbar di halaman parkir Rusunawa Balambangan Umpu. Direncanakan pula UAS bakal didapuk menjadi khatib sekaligus imam pada shalat Jumat di Masjid At-Taqwa, Baradatu. (Ludi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here