Umar Ahmad: Tubaba adalah Masa Depan

Redaksi

Selasa, 21 Januari 2020 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku): Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) H.Umar Ahmad, SP menyampaikan pidato kebudayaan Pra Launching \”The Djausal Center\” di Taman Kupu-kupu Gita Persada Tahura, Wan Abdurrahman Kemiling, Bandar Lampung, Senin, (20/1).

Dalam kegiatan bertajuk \”Recako Budaya \” tersebut, Bupati Tubaba diharapkan Ansori Djausal selaku Ketua The Djausal Center untuk memaparkan pemikiran dan konsep yang selama ini dijalankannya dalam membangun Bumi Ragem Sai Mangi Wawai Kabupaten Tubaba yang ia pimpin bersama wakil bupati Fauzi Hasan, SE.MM.

Ketua “The Djausal Center” Anshori Djausal mengundang Umar Ahmad menjabat Bupati Tubaba itu dikenal memiliki konsep pembangunan yang bernuansa kebudayaan. Bahkan, Umar Ahmad telah ditetapkan sebagai penerima penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang akan diberikan pada puncak Hari Pers Nasional 2020, bulan Februari mendatang di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat menghadiri lounching “The Djausal Center” Umar Ahmad didampingi beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Tubaba, di antaranya Kadis Pertanian Syamsul Komar, Kepala  Bappeda Nopriwan Jaya, Kadis Kominfo Eri Budi Santoso, Kadis Peternakan Nazaruddin, Kadis Lingkungan Hidup Amrullah, Kadis Pemuda dan Olahraga Gustami, serta Kadis Perikanan Syakib Arsalan.

Dalam pidato pra lounching The Djausal Center Bupati Tubaba berpidato mengenai topik \”Pulang ke Masa Depan yang Bahagia\”.

Baca Juga  DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna

\”Apa yang kami lakukan saat ini di Tubaba sebagai upaya pulang ke masa depan. Mungkin itu terdengar tidak lazim, tetapi karena ketidaklaziman itulah saya berada di sini, menyampaikan lagi apa yang terdengar tidak lazim,\” kata bupati.

Pertama, kata Umar, memang bagi kami Tubaba adalah masa depan. Tentu saja Tubaba mempunyai masa lalu, sebuah situasi yang dijaga oleh para pendahulu kami dengan kearifan mereka—kearifan yang diperlukan pada zamannya. Masa itu sudah berlalu, namun apa yang melekat di dalam kepribadian kami, di dalam cara kami bersikap, di dalam cara kami menyelesaikan masalah, atau cara kami berpikir, sebagian adalah warisan dari para pendahulu kami.

Tubaba juga memiliki masa sekarang, yaitu kehidupan yang sedang kami jalani saat ini. Dan ia memiliki masa depan, sebuah tempat pulang, sebuah harmoni yang menjadi tujuan kami,\”Ia sebuah tempat yang nyata di dalam kesadaran kami, sama nyatanya dengan surga yang diimani oleh kebanyakan dari kita. Jadi, bagi kami, perjalanan menuju Tubaba adalah perjalanan pulang ke masa depan. Apa yang kami lakukan hari ini akan menjadi tidak berarti jika kami semakin menjauh dari Tubaba\” jelasnya.

Baca Juga  301 Warga Tubaba Jadi CPMI Semester I 2026, Taiwan Jadi Tujuan Favorit

Kedua, masa depan adalah sebaik-baiknya tempat bagi kita untuk pulang, sebab kita melangkah bersama waktu, dan waktu tidak pernah berjalan ke belakang. Kita tidak mungkin bergerak ke masa depan dengan langkah mundur. Kepala kita akan pening jika kita melangkah ke depan tetapi dengan kepala selalu melihat ke belakang.

Maka, sebaik-baiknya perjalanan adalah kita melangkah ke depan dan mengarahkan pandangan kita ke depan,\”Jadi, bagi kami, solusi untuk masalah-masalah kita hari ini selalu berasal dari masa depan. Kita akan menemukan jalan terbaik dengan mengarahkan pandangan mata dan pikiran kita ke masa depan, ke tempat pulang yang kita tuju—ke Tubaba kita masing-masing,\” paparnya.

Umar mengatakan, masa sekarang menjadi penting, karena apa yang kita jalani saat ini, pola pikir dan kebiasaan kita sehari-hari, akan menentukan apakah kita nantinya tiba di Tubaba atau justru menjauhinya. Kami bertekad untuk memastikan semua individu bisa menjadi “layak Tubaba”, dan tiba di Tubaba pada akhir perjalanannya.

\”Bagi kami, di situlah pentingnya kita bermasyarakat. Kita membangun kehidupan bersama untuk menjamin tiap-tiap individu, satuan terkecil penyusun masyarakat, bisa menikmati kehidupan yang berkah sebagai manusia dan sebagai warga masyarakat,\” harapnya.

Baca Juga  Bupati Tubaba: Disiplin Kunci Raih Cita-cita

Dalam pidatonya, selain memaparkan apa itu Pulang ke Masa Depan yang Bahagia, Umar Ahmad juga menyampaikan prinsip-prinsip menuju Tubaba dengan menetapkan standar tinggi mensyaratkan kami harus tekun bekerja, memiliki daya tahan, dan sekaligus ikhlas di dalam melihat hasilnya. Tiga prinsip itulah yang menjadi landasan bagi kami untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

\”Kami menyebutnya NENEMO, singkatan dari NEMEN (tekun bekerja), NEDES (tahan banting), dan NEREMO (ikhlas). Dengan tiga prinsip itu, kami melatih diri, atau mendorong semua orang melatih diri, agar selalu melakukan segala sesuatu sebaik yang bisa kami lakukan, mampu bangkit lagi ketika jatuh, dan tidak memaksakan bahwa hasilnya harus seperti yang kami inginkan,\” ulasnya.

Selain tiga prinsip tersebut, kami juga sedang melatih diri untuk tegak pada tiga prinsip lainnya, yaitu kesetaraan, kesederhanaan, dan kelestarian. Ini tiga prinsip penting yang akan menentukan apakah kami layak Tubaba atau tidak.

\”Dengan menyadari semua itulah kami sekarang ini melatih diri menuju Tubaba, pulang ke masa depan yang bahagia,\” kata Umar.

Umar pun mengajak para hadirin dan siapapun untuk datang ke Tubaba, disana akan mendapatkan kebaikan-kebaikan Tubaba,\” Tubaba sudah tidak berpintu, siapapun silahkan datang,\” pungksnya.(Arie)

Berita Terkait

Kwarcab Tubaba Buka KMD Angkatan X 2026, 75 Peserta Disiapkan Jadi Pembina Pramuka Berkualitas
Ribuan Warga Tubaba Salat Istisqa, Doakan Hujan Segera Turun
Pemkab Tubaba Cari Formula Pembiayaan Siltap Aparatur Tiyuh di Tengah Keterbatasan Fiskal
Pemkab Tubaba Diminta Perketat Penganggaran Belanja Hibah dalam APBD 2027
TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Tubaba, Perkuat Pemberdayaan Keluarga
Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba
Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027
DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:09 WIB

PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Senin, 28 September 2026 - 15:31 WIB

Tim Domino PWI Lampung Juara Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Jumat, 25 September 2026 - 18:42 WIB

ASDP Bakauheni Dukung Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Rabu, 23 September 2026 - 20:40 WIB

PWI Lampung Selatan Jenguk Sodu Sinaga, Beri Dukungan di Masa Pemulihan

Kamis, 17 September 2026 - 15:45 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Lampung Selatan 5,71 Persen, Egi Dorong Dampaknya Dirasakan Masyarakat

Rabu, 16 September 2026 - 12:11 WIB

Kejari Lampung Selatan Tetapkan Yayasan Bussaina sebagai Wali Sah Delapan Anak

Selasa, 15 September 2026 - 11:55 WIB

Pemkab Lamsel Dorong Jurnalis Televisi Perkuat Profesionalisme dan Jurnalisme Positif

Berita Terbaru

Lampung

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 15:46 WIB

Pringsewu

6.149 SKCK Diterbitkan Polres Pringsewu hingga September 2026

Kamis, 8 Okt 2026 - 20:52 WIB