Uang Penghargaan Komisioner KPU Lampung dan 15 Kab/Kota Belum Cair

Redaksi

Kamis, 25 Februari 2021 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPU Kota Bandarlampung Dedy Triadi menyerahkan surat permohonan konsultasi KPU Kota terkait putusan Bawaslu Provinsi Lampung kepada Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami di Aula KPU Provinsi setempat, Kamis (7/1). Foto: Netizenku.com

Ketua KPU Kota Bandarlampung Dedy Triadi menyerahkan surat permohonan konsultasi KPU Kota terkait putusan Bawaslu Provinsi Lampung kepada Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami di Aula KPU Provinsi setempat, Kamis (7/1). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami mengatakan semua Komisioner KPU, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota Periode 2014-2019 belum menerima uang penghargaan.

\”Semua KPU Kabupaten/Kota dan Provinsi periode itu (belum menerima),\” kata Erwan Bustami saat dihubungi, Kamis (25/2) siang.

Erwan Bustami mengutip pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPU RI, Ilham Saputra, bahwa besaran uang penghargaan kepada komisioner KPU tidak berubah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 menyebutkan uang penghargaan di Pemilu 2009 untuk Ketua KPU Provinsi Rp21,6 juta, dan masing-masing Anggota KPU Provinsi menerima Rp10,8 juta.

Kemudian untuk KPU Kabupaten/Kota, Ketua KPU menerima Rp14,5 juta dan Anggota masing-masing menerima Rp10,8 juta.

Komisioner KPU RI Periode 2012-2017 dan periode yang saat ini telah berupaya memperjuangkan uang penghargaan bagi KPU RI, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota kepada pemerintah.

Sementara Ketua KPU Kota Bandarlampung Dedy Triadi mengatakan sekalipun Komisioner KPU sudah berstatus demisioner akan tetap menerima uang penghargaan karena berdasarkan periodisasi. (Josua)

Berita Terkait

Kekuasaan dalam Dunia Fiksi
Pesan untuk Jakarta, “Ukur Ulang atau Kami Duduki!”
Otonomi Tanpa Dompet: Lampung Harus Berani Mandiri Fiskal (Jawaban Pasca Pemangkasan TKD)
Nasib Petani Singkong Lampung di Tengah Oligarki dan Kebijakan Mentan yang “Menjengkelkan”
Fiskal Ketat, Lampung Tak Ingin Sekadar Bertahan, Tapi Bertumbuh
Badai Proxy War Mengintai Fondasi Ekonomi Nasional
Jeritan Petani Singkong Lampung Ubah Arah Kebijakan Nasional
Jarnas.Indo Kecam DPR dan Pemerintah: Rakyat Tercekik, Elit Politik Malah Menikmati Fasilitas

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Cegah Rabies, Petugas Jemput Bola Vaksinasi Hewan Peliharaan di Lampung Selatan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Sampah Organik Lampung Dibidik Jadi Pupuk, Dorong Ekonomi Pertanian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:21 WIB

RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Batin Wulan Dorong Percepatan Sertifikasi Halal bagi UMKM Lampung

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:33 WIB

PERABOI Gelar Bakti Sosial Deteksi Dini Kanker Payudara di RSUDAM

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:36 WIB

DPRD Lampung dan Disnaker Lampung Siap Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Marindo: Nilai Pancasila Harus Menjadi Landasan Pembangunan di Lampung

Berita Terbaru