Turunkan Angka Stunting, Tubaba Luncurkan E-Penting

Redaksi

Senin, 15 Mei 2023 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) meluncurkan kartu E-Penting yang berfungsi untuk menurunkan angka stunting di kabupaten setempat.

E-Penting adalah kartu elektronik peduli stunting yang merupakan salah satu inovasi dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Tubaba yang dirilis pada tahun 2022.

Bahkan, program inovasi komitmen Pemkab Tubaba dalam upaya menurunkan angka prevelensi stunting ini, diganjar penghargaan dari Pemprov Lampung, pada kegiatan rapat koordinasi lintas sektor penanganan masalah gizi tingkat Provinsi Lampung tahun 2023 yakni penghargaan kabupaten terinovatif dan penghargaan Siger Stunting (Sinergitas Intervensi Gerakan Penurunan Stunting) Kategori Utama, yang diserahkan Wakil Gubernur Lampung diwakili Kepala Bappeda Provinsi Lampung Ir. Mulyadi Irsan, M.T, kepada Kepala Bappeda Tubaba Ir. Yudiansyah, S.P.,M.Si, dan Kepala Dinas PP dan KB Tubaba Nurmansyah, S.E.,M.M di Ballroom Swiss-Belhotel, Bandar Lampung. Kamis (11/5) lalu.

Penjabat Bupati Tubaba Dr Zaidirina, S.E.,M.Si mengungkapkan bahwa E-Penting ini integrasi dari program Smart Village yang ada di seluruh Tiyuh atau Desa di Kabupaten Tubaba.

“E-Penting dikembangkan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) dengan mengusung program dapur sehat atasi Stunting (DASHAT) dari Pemerintah Pusat tepatnya program nasional dari BKKBN,” kata dia diamini Nurmansyah,selaku kepala Dinas PP Dan KB didampingi oleh Eni Yuliati, Kasubag Perencaan dan Keuangan pada Dinas PP dan KB sekaligus pencetus program E-Penting ini, Minggu (14/5).

Menurutnya, pengembangan program E-Penting ini juga bekerjasama dengan beberapa dinas terkait di lingkup Pemkab setempat yakni Dinas Perikanan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Pertanian dalam menyediakan bahan baku makanan yang bersifat lokal yang diusung dalam program K3W (Kandang, Kebun, Kolam dan Wisata).

“E-penting adalah kartu yang dapat digunakan oleh keluarga Beresiko Stunting dalam pengambilan bahan makanan serta menu makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi masing masing sasaran yang telah disiapkan oleh Tim Pengelola DASHAT di masing-masing tiyuh,” ulasnya.

Baca Juga  DPRD Tubaba Desak Pemkab Tuntaskan Siltap Aparatur Tiyuh dan Gaji ke-13 ASN

PJ Bupati menjelaskan, keluarga sasaran tersebut adalah keluarga yang mempunyai calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta dan balita. Masing-masing sasaran diberikan satu kartu untuk dipergunakan dalam pengambilan menu dan bahan makanan di dapur sehat atasi stunting (DASHAT).

Mekanisme dalam menentukan keluarga beresiko Stunting sasaran penerima E-penting ini, lanjut Zaidirina, dengan menggunakan data dari pendataan keluarga tahun 2021 (PK21) yang telah di upgrade atau diperbarui melalui kegiatan surveillance pada tahun 2022 oleh Tim Pendamping Keluarga dan juga Data dari Dinas Kesehatan mengenai balita Stunting.

“Setelah itu, data sasaran yang telah diperoleh tersebut diinput ke dalam program smart village. Kemudian ditetapkan sebagai sasaran per wilayah masing masing untuk diberikan kartu E-Penting,” paparnya.

Baca Juga  Sekda Tubaba Iwan Mursalin Perkuat Sinergi Pemerintahan se-Lampung Lewat Retreat

Dia menambahkan, setelah mendapatkan kartu E-penting, keluarga sasaran dapat mengambil menu dan bahan makanan di Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di wilayah masing masing dengan menu-menu yang dibuat untuk keluarga sasaran ini adalah menu menu yang berbahan dasar lokal hasil dari Kandang Kebun dan Kolam (K3) yang dibudidayakan di masing-masing tiyuh untuk dijadikan sebagai bahan dasar makanan peningkatan gizi bagi keluarga sasaran.

“Pemantaun peningkatan gizi atau perkembangan masing masing sasaran dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga di masing-masing wilayah untuk kemudian dilaporkan kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tingkat tiyuh kemudian tingkat kecamatan dan meningkat ke tingkat kabupaten,” jelasnya.

Apabila dalam pendampingan didapati keluarga beresiko Stunting ini tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan, kata dia, maka tim Audit stunting akan turun untuk menentukan langkah apa yang akan diambil selanjutnya.(Arie/Leni)

Berita Terkait

PAD Tubaba Digenjot, Aset Daerah dan Pajak Mulai Dioptimalkan
HUT ke-25, Demokrat Tubaba Hadir Lewat Aksi Nyata di Tengah Masyarakat
Bupati Tubaba: Hilangkan Sekat, Satukan Komando untuk Percepat Pembangunan
Bupati Tubaba: Disiplin Kunci Raih Cita-cita
Naik Vespa Bersama Komunitas Motor, Bupati dan Wakil Warnai Upacara HUT ke-81 RI di Tubaba
Bupati-Wabup Tubaba Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden
Kapolres Tubaba Sambangi Kejari, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Targetkan Rp50 Miliar Berputar di Tiyuh, Tubaba Genjot Permodalan Lewat TubabaQ Berdaya

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:30 WIB

PWI Lampung Selatan Dukung Pemanfaatan IKD

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:15 WIB

HUT Ke-81 RI, 422 WBP Lapas Kalianda Terima Remisi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:13 WIB

HUT Ke-81 RI, Menara Siger Jadi Panggung Semangat Kemerdekaan dari Gerbang Selatan Sumatra

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Putri Zulhas Rayakan HUT RI Bersama Warga Palas

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Buka Akses Pendidikan Gratis, Bupati Egi Resmikan Ponpes dan SMP IT Muhammad Al-Fatih

Minggu, 16 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Bupati Egi Dukung Lampung Selatan Jadi Bagian HPN dan Porwanas 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Lampung Selatan Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah dan Lingkungan dari Kemendagri

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:30 WIB

HUT RI ke-81, BHC Jadi Pusat Perayaan di Lampung Selatan

Berita Terbaru

Pringsewu

Polisi Tetapkan FD Tersangka Kasus Pelajar di Kos

Selasa, 25 Agu 2026 - 20:02 WIB