Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba) menargetkan penerapan Smart Village di seluruh tiyuh di kabupaten setempat hingga mencapai seratus persen. Hal itu disampaikan Penjabat Bupati Tubaba Dr Zaidirina, kepada Netizenku.com usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD.
“Tiyuh kita semuanya sudah menerapkan Smart Village. Tinggal bagaimana kita mengoptimalkannya,” kata dia, Selasa siang (31/5).
Menurutnya, ketika Smart Village sudah diberlakukan dan tidak dioptimalkan atau diupgrade akan sama saja. Sehingga, pihaknya kedepan berharap di setiap tiyuh juga menerapkan pelayanan bayar pajak kendaraan dari tiyuhnya masing-masing atau e-Samdes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terutama untuk pembayaran pajak, kita kan punya e-Samdes. E-Samdes ini luar biasa manfaatnya, apalagi di Tubaba belum ada Samsat keliling. Jadi, masyarakat tiyuh akan terlayani dengan baik tanpa harus jauh-jauh ke kantor Samsat,” ulasnya.
Zaidirina menargetkan, seluruh tiyuh dapat mulai menerapkan e-Samdes pada Juli mendatang, bersamaan dengan pencanangan Kartu Petani Berjaya secara elektronik (e-KPB), memang hingga saat ini di Tubaba sudah beberapa tiyuh yang telah menerapkan pelayanan ini.
“Kita targetkan Juli, seluruh kecamatan sudah menerapkan e-Samdes. Satu kecamatan ada berapa tiyuh yang menerapkan silahkan, yang paling penting dalam setiap kecamatan sudah ada beberapa tiyuh yang menerapkan ini,” jelasnya.
Zaidirina juga berjanji akan turun langsung ke seluruh tiyuh di Tubaba, guna melihat langsung kondisi sebenarnya.
“Tugas saya juga sebagai Kadis PMDT, jadi saya upayakan selama saya di Tubaba, semua tiyuh sudah saya datangi,” tutupnya.
Sementara, Kepala DPMT, Sofiyan Nur, mengungkapkan program Smart Village di Kabupaten Tubaba telah berjalan sejak dua tahun lalu saat gubernur Lampung melaunching program ini.
“Pertama kali launching Smart Village pada tahun 2019 di Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT),” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (31/5).
Program tersebut, ulasnya, terus dikembangkan di Kabupaten Tubaba, baik program lanjutan Pemprov Lampung maupun program mandiri tiyuh-tiyuh di Tubaba, menuju Tiyuh Calak Tubaba.
Sofyan menjelaskan, sampai dengan saat ini di Kabupaten Tubaba terdapat 85 tiyuh yang sudah melaksanakan program Smart Village, dari total tiyuh Se-Tubaba sebanyak 93 tiyuh.
Dengan rincian 4 tiyuh merupakan bagian dr program Pemprov Lampung, dan 81 tiyuh merupakan program mandiri dalam bingkai Tiyuh Calak Tubaba.
“Tahun 2022 ini ditargetkan seratus persen tiyuh-tiyuh di Tubaba menerapkan program Smart Village, yang terintegrasi dengan 9 kecamatan, DPMT Kabupaten Tubaba dan Pemprov Lampung menuju penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), yang ditargetkan paling lambat terlaksana secara penuh pada Tahun 2023,” ungkapnya.
Masih kata Sofiyan, keberhasilan Pemkab Tubaba menerapkan program Smart Village telah terbukti. Yakni mendapatkan apresiasi oleh Pemprov Lampung.
“Dengan ditetapkannya Tiyuh Pulung Kencana sebagai Juara Lomba Desa Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2021 dan mewakili Provinsi Lampung dalam ajang Lomba Desa Tingkat Nasional, serta ditetapkannya bupati Tubaba sebagai Pembina Desa Terbaik Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2021 oleh gubernur Lampung,” pungkasnya. (Arie/leni)








