Tubaba dan BI Terapkan Smart Farming Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi Daerah

ari

Senin, 13 Juli 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, bersama Bank Indonesia (BI) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) melaksanakan program Smart Farming penanaman cabai sebagai upaya pengendalian inflasi dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Kegiatan tersebut dilaksanakan di Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tubaba, Jumat (19/6/2026) lalu.

Dalam kegiatan itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tubaba, Novianti Novriwan, bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan penanaman bibit cabai secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian modern dan peningkatan produksi pangan lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga  Wabup Tubaba Tinjau Program Tubaba Q Sehat di Way Kenanga

Novianti mengatakan, penerapan teknologi Smart Farming menjadi langkah positif dalam membantu petani meningkatkan efektivitas dan efisiensi budidaya tanaman, khususnya komoditas cabai yang memiliki pengaruh terhadap stabilitas harga pangan.

“Program seperti ini sangat baik untuk mendukung ketahanan pangan daerah. Dengan adanya teknologi Smart Farming, para petani dapat lebih terbantu dalam pengelolaan tanaman sehingga hasil pertanian diharapkan semakin meningkat,” ujar Novianti.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk lebih memanfaatkan lahan produktif, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga maupun mendukung ketersediaan pangan daerah.

“Kami berharap masyarakat semakin termotivasi memanfaatkan lahan yang ada, khususnya untuk menanam komoditas pangan seperti cabai, sehingga dapat membantu menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri,” katanya.

Baca Juga  Resital Sekolah Seni Tubaba Jadi Refleksi 10 Tahun Pengembangan Kebudayaan

Sementara itu, pemilik kebun, Suwito, menjelaskan bahwa cabai yang ditanam dalam program tersebut merupakan varietas lokal Sumatera jenis akar. Pemilihan varietas tersebut dilakukan karena dinilai lebih sesuai dengan kondisi cuaca yang masih belum stabil.

“Cabai yang kami tanam ini jenis akar, varietas lokal Sumatera. Untuk kondisi cuaca sekarang lebih cocok menggunakan varietas lokal karena lebih tahan. Kalau cuaca sudah bagus dan stabil, nanti baru kita coba gunakan varietas hibrida,” jelas Suwito.

Ia menambahkan, sistem Smart Farming yang diterapkan dalam budidaya cabai tersebut dirancang dan dilaksanakan oleh Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) untuk mempermudah petani dalam proses perawatan tanaman.

Baca Juga  Komitmen Prioritaskan JKN, Tubaba Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Berjalan dan Perlindungan Warga Tetap Terjamin

Menurutnya, teknologi tersebut memberikan kemudahan terutama dalam sistem penyiraman yang dapat dilakukan secara otomatis sehingga mampu menghemat waktu dan biaya operasional.

“Dengan sistem ini penyiraman menjadi lebih mudah dan biaya operasional bisa ditekan. Penyiraman juga bisa diatur otomatis, misalnya pagi dan sore hari, sehingga tidak perlu dilakukan secara manual terus-menerus,” ungkapnya.

Melalui program Smart Farming tersebut, Pemkab Tubaba berharap produktivitas pertanian cabai dapat meningkat, ketahanan pangan daerah semakin kuat, serta mampu membantu menjaga kestabilan harga komoditas pangan di masyarakat.(*)

Berita Terkait

HUT RI ke-81, Pemkab Tubaba Ajak Masyarakat Ciptakan Suasana Kemerdekaan yang Meriah dan Khidmat Nuansa Merah Putih
Pemkab Tubaba Rancang Perlindungan Lingkungan 30 Tahun, Lewat RPPLH Tahun 2026-2056
Komitmen Prioritaskan JKN, Tubaba Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Berjalan dan Perlindungan Warga Tetap Terjamin
Warga Lambu Kibang Serbu Pasar Murah, Minyakita dan Beras SPHP Habis Terjual dalam 1 Jam
TP-PKK Tubaba Perkuat Pemberdayaan Keluarga, Program Unggulan Jadi Rujukan Kabupaten OKI
Festival Literasi Lampung 2026, Tubaba Pamerkan Naskah Kuno Gedung Ratu hingga Produk UMKM Unggulan
Harga Pangan Turun, Tubaba Catat Indikasi Deflasi Juli 2026 dengan IPH Minus 2,36
BPKP Pantau Pembangunan RSUD Tubaba, Bupati Ungkap Program Prioritas Daerah

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:41 WIB

Belanja Perubahan APBD Pringsewu 2026 Naik Jadi Rp1,18 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:37 WIB

172 Pemuda Pringsewu Ikuti Seleksi Magang ke Jepang, Bupati Soroti Tingginya Pengangguran Usia Muda

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:41 WIB

Perselisihan Soal CCTV dan Parkir, Dua Warga di Pringsewu Berdamai Lewat Rembuk Pekon

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:26 WIB

Riyanto Pamungkas Pimpin FESPATI Lampung 2026–2031

Senin, 20 Juli 2026 - 20:32 WIB

Kredit Macet, Debitur di Pringsewu Ditahan usai Jual Truk yang Masih Jadi Jaminan Fidusia

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:56 WIB

Sepanjang 2026, Tubaba Catat 28 Kasus DBD Tanpa Kematian

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:49 WIB

Polres Pringsewu Gelar Rekonstruksi Kasus Penusukan Dua Pengunjung Biliar

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:46 WIB

Polisi Tangkap Penipu Modus Gadai Sawah di Bandar Lampung

Berita Terbaru