Gubernur Kaltim: Pembangunan Infrastruktur Tidak Adil, di Jawa Lebih Masif

Lampung (Netizenku.com): Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor menyayangkan masih ada ketimpangan pembangunan antar daerah.

Pihaknya berharap Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dapat berperan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan daerah.

\”Dengan ekspedisi Jalur Darat APPSI keliling Indonesia ini, semoga APPSI dapat melihat dan memotret masih ada ketimpangan antar daerah terutama di luar Jawa, saya berharap APPSI bisa berjuang untuk kepentingan daerah,\” ungkap Isran Noor kepada Tim Ekspedisi APPSI, Rabu (24/10/2018).

Baca Juga  Viral! Dalam Petasan Acara HUT Kulon Progo Ada Bendera Cina!

Isran Noor yang merupakan Mantan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini menyampaikan, dahulu memperjuangkan ke DPR RI agar daerah mendapatkan alokasi dana perimbangan yang adil antara satu daerah dengan daerah lain.

\”Mestinya bukan 30 persen dana untuk daerah, tapi 70 persen,\” ujarnya.

Isran membandingkan antara Indonesia dengan Republik Rakyat Tiongkok, dimana daerah diberikan keleluasaan untuk mengelola pendapatan daerah.

Baca Juga  Ada Suara Korban Mengaku asal Lampung di Reruntuhan Hotel Gempa-Tsunami Sulteng

\”Kalau saya baca di China, 30 persen untuk pusat dan 70 persen dikelola daerah, mungkin kita tidak usah 70 persen lah cukup 50:50,\” kata dia.

Isran menyebut, dengan diterbitkannya PP No.33 Tahun 2018 dengan Pemerintah Provinsi sebagai wakil Pemerintah Pusat di Daerah, wewenang daerah untuk mengelola anggaran seharusnya diperluas.

\”Beberapa sektor saja yang dikelola secara terpusat seperti urusan pertahanan, keamanan, luar negeri, agama serta hukum dan HAM, sisanya yang lebih banyak dikelola daerah sehingga alokasi anggaran seharusnya lebih besar untuk daerah,\” jelas Isran.

Baca Juga  Gempa M 6,4 Guncang Situbondo, Tiga Orang di Sumenep Tewas, Terasa Sampai Bali

Pihaknya juga menyoroti lebih masifnya pembangunan infrastruktur di Jawa ketimbang di luar Jawa.

\”Dibangun Bandara Internasional Sukabumi, Bandara Bojonegoro, Kereta Surabaya – Jakarta, Pelabuhan di Subang, total menghabiskan dana 100 Triliun. Seharusnya pembangunan yang masif di Jawa itu juga dibagi ke luar Jawa, agar lebih adil,\” pungkas Isran. (dtc/lan)

Komentar