Surplus Dagang Pecah Rekor, Lampung Jadi Motor Perdagangan Nasional

Ilwadi Perkasa

Rabu, 1 Oktober 2025 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung catat rekor surplus dagang. Kopi mendongkrak ekspor, migas meledakkan impor, namun fondasi ekonomi masih rawan guncangan global.

Neraca perdagangan Lampung kembali mencatat kinerja impresif pada Agustus 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung merilis nilai ekspor periode Januari–Agustus 2025 mencapai US$4,28 miliar, naik 29,65% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Sementara impor tercatat US$1,51 miliar, relatif stagnan karena hanya turun tipis 0,03%. Dengan demikian, Lampung membukukan surplus dagang sebesar US$2,77 miliar, capaian yang menegaskan posisi provinsi ini sebagai salah satu motor perdagangan nasional.

Pendorong utama lonjakan ekspor berasal dari sektor pertanian. Nilainya melonjak 172,9% atau mencapai US$1,07 miliar, dengan kopi, teh, dan rempah-rempah menjadi primadona setelah tumbuh 176,39%.

Tidak berlebihan bila Lampung kini kian kokoh disebut sebagai episentrum ekspor kopi nasional. Sementara itu, sektor industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi ekspor US$2,74 miliar atau naik 12,42%, meski pertambangan justru tertekan dengan kontraksi 10,12%.

Baca Juga  Lampung Dorong Produk Desa Tembus Pasar Ekspor

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Amerika Serikat, Pakistan, dan India masih menjadi tujuan utama ekspor Lampung, dengan nilai masing-masing US$665,82 juta, US$438,29 juta, dan US$401,63 juta.

Di sisi lain, meski secara kumulatif nilai impor nyaris tidak berubah, Agustus mencatat lonjakan mencolok sebesar 130,41% dibanding Juli. Pemicunya adalah sektor migas yang melesat hingga 4.598%, menjadikan migas sebagai biang ledakan impor.  Sebaliknya, impor barang konsumsi anjlok drastis 83,43%, sementara impor barang modal naik 228,74%, didorong oleh pembelian mesin, peralatan mekanis, serta alat transportasi.

Fenomena ini menyisakan sinyal ganda yakni kenaikan barang modal bisa menandakan ekspansi industri, namun penurunan barang konsumsi yang terlalu dalam memperlihatkan lemahnya daya beli masyarakat.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, apakah surplus Lampung benar-benar sehat atau justru semu. Surplus memang impresif, bahkan jauh melampaui rata-rata nasional, tetapi struktur ekspornya masih bertumpu pada komoditas primer yang rawan fluktuasi harga global.

Baca Juga  Gubernur Lampung Ajak Pramuka Perkuat Pengabdian dan Sinergi Bangun Generasi Muda

Impor konsumsi yang tertekan bisa menjadi cermin bahwa ekonomi rumah tangga belum pulih, meski tren impor barang modal memberi harapan adanya persiapan kapasitas produksi baru yang kelak bisa memperkuat industrialisasi daerah.

Bayang-bayang global pun kian terasa. Kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat sejak Agustus 2025 dengan kenaikan rata-rata bea masuk 19% menjadi ancaman nyata bagi ekspor kopi dan produk agrikultur Lampung, mengingat AS adalah pasar utama.

Baca Juga  Pemprov Lampung Perkuat Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Perlu dicatat, secara nasional, neraca perdagangan Indonesia memang masih surplus sekitar US$4 miliar di Agustus, namun trennya mulai menyempit. Bagi Lampung yang sangat bergantung pada pasar AS dan India, strategi diversifikasi ekspor ke Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan menjadi kebutuhan mendesak agar tidak terjebak dalam risiko pasar tunggal.

Lampung menutup Agustus 2025 dengan rekor surplus, tetapi kualitasnya belum sepenuhnya kokoh. Kopi menopang pertumbuhan, migas memicu lonjakan impor, dan konsumsi domestik melemah. Pilihan strategis kini berada di tangan Lampung, apakah tetap larut dalam pola ekspor berbasis komoditas primer yang rentan guncangan global, atau menjadikan surplus besar ini sebagai modal transformasi untuk memperkuat industri hilir sekaligus memperluas pasar ekspor yang lebih beragam dan tahan krisis. ***

Berita Terkait

Komisi V DPRD Lampung Dorong Direktur Baru RSUDAM Lanjutkan Program Pendahulu
Razia Kendaraan di Lampung Sasar Kelengkapan STNK dan Pajak
Pemkot Bandar Lampung Sosialisasikan Bahaya Liquid Vape ke Sekolah Mulai 21 Oktober
Gubernur Lampung Instruksikan Percepatan Penanganan Karhutla dan Penguatan Mitigasi
Jihan Nurlela Perkuat Penanganan Karhutla TNWK, 350 Personel Gabungan Dikerahkan
HUT ke-18 PIRA Lampung, Salurkan 100 Paket Sembako dan Tebar Benih Ikan di Pesawaran
Batin Wulan Promosikan Mocaf dan Ikan Cobia Lampung di Ajang Kuliner Internasional
Rezki Wirmandi: Di Balik Kesibukan Politik, Keluarga Tetap Jadi Rumah untuk Pulang

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Bupati Tanggamus Pastikan Relokasi Pasar Talang Padang Berlanjut, Pedagang Digratiskan Sewa Selama 12 Bulan

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:55 WIB

Delapan Siswa SMPN 1 Talangpadang Alami Keluhan, Sampel Makanan Diuji Laboratorium

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:52 WIB

Tanggamus Jajaki Beasiswa dan Investasi dengan Turki

Senin, 20 Juli 2026 - 20:35 WIB

RSUD Batin Mangunang Akui Minim Sosialisasi SOP Pelayanan

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:32 WIB

DPRD Tanggamus Setujui LKPj Bupati 2025, Rekomendasikan Perbaikan Kinerja Pemerintahan

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:37 WIB

Sekda Tanggamus Minta Pekon Prioritaskan Layanan Kesehatan Primer

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:59 WIB

PBI BPJS Kesehatan Dinonaktifkan, Dinsos Tanggamus Sarankan Warga Beralih Sementara ke Peserta Mandiri

Senin, 22 Juni 2026 - 20:19 WIB

Tanggamus Raih WTP Kedua Berturut-turut, Bupati Dorong Transparansi APBD

Berita Terbaru

Pringsewu

Wabup Pringsewu Imbau Orangtua Hargai Proses Tumbuh Kembang Anak

Selasa, 20 Okt 2026 - 19:13 WIB

Lampung Selatan

HUT ke-62 Golkar, DPD Lampung Selatan Santuni 20 Anak Yatim-Piatu

Selasa, 20 Okt 2026 - 12:49 WIB

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Siapkan Anggaran Pelaksanaan Putusan MA Terkait SDN Pagar Dewa

Senin, 19 Okt 2026 - 19:11 WIB