Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, menyoroti rendahnya penyerapan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik/Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di tingkat Puskesmas. Hingga Juni 2026, realisasi anggaran tersebut baru mencapai sekitar 15 persen.
Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Kondisi itu menjadi salah satu perhatian utama dalam Rapat Koordinasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas yang digelar di Ruang Rapat BPK, Kamis (6/8/2026).
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Tubaba, Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T., dan diikuti jajaran Dinas Kesehatan, BKAD, serta seluruh kepala Puskesmas se-Tubaba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rendahnya serapan BOK dinilai berbanding terbalik dengan kebutuhan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Terlebih, dalam tiga tahun terakhir realisasi DAK Nonfisik/BOK di Tubaba disebut konsisten berada di bawah 70 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Tubaba, Ns. Majril, S.Kep., M.M., mengatakan kondisi tersebut harus segera dibenahi seiring dengan kebijakan pemerintah daerah yang mendorong Puskesmas bertransformasi menjadi BLUD yang lebih mandiri.
“Ke depan, BLUD Puskesmas tidak lagi menerima support anggaran dari APBD. Kita akan berikan kewenangan sepenuhnya dalam pengelolaan anggaran secara mandiri tanpa tergantung anggaran pemerintah daerah,” ujar Majril.
Menurutnya, rendahnya serapan anggaran tidak boleh terus terjadi karena dana tersebut telah dialokasikan pemerintah pusat untuk mendukung operasional dan pelayanan kesehatan.
“Anggaran yang sudah disiapkan oleh Kementerian Kesehatan melalui DAK Nonfisik justru serapannya masih rendah. Tiga tahun terakhir serapan kita selalu di bawah 70 persen, dan hingga Juni 2026 baru mencapai sekitar 15 persen,” katanya.
Sekda Tubaba Iwan Mursalin menegaskan, percepatan kemandirian BLUD Puskesmas menjadi penting di tengah tantangan fiskal daerah. Puskesmas dituntut mampu mengelola keuangan secara fleksibel sekaligus mengoptimalkan sumber pendapatan dari layanan kesehatan.
“Kita harus bekerja lebih maksimal agar Puskesmas mampu mandiri dan pelayanan kesehatan di Kabupaten Tubaba semakin berkualitas serta mampu bersaing dengan daerah lain,” tegas Iwan.
Ia meminta seluruh Puskesmas tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi juga memastikan setiap anggaran yang tersedia benar-benar mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala BKAD Tubaba, M. Mukmin, S.T., M.M., menyatakan pemerintah daerah siap mendukung proses menuju kemandirian BLUD melalui pembenahan tata kelola keuangan dan penyesuaian Standar Harga Satuan (SSH).
Penyesuaian tersebut, kata dia, diperlukan agar biaya operasional Puskesmas, termasuk perjalanan dinas petugas kesehatan, lebih realistis dengan kondisi geografis Tubaba.
“Target kita tahun ini menuju kemandirian BLUD Puskesmas. BKAD siap mendukung melalui penyesuaian Standar Harga Satuan, termasuk biaya perjalanan dinas operasional Puskesmas agar lebih realistis sesuai kondisi geografis,” ujar Mukmin.
Editor : Arie








