oleh

Serah Terima IPLT Bandarlampung Terkendala Listrik

Bandarlampung (Netizenku.com): Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Bandarlampung di TPA Bakung, Telukbetung Barat, belum beroperasi karena belum ada jaringan listrik.

Hal itu mengakibatkan Serah Terima Sementara Pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) dari Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Lampung kepada Pemkot Bandarlampung tertunda. Sebelumnya PHO dijadwalkan pada 10 Desember 2021 lalu.

“Sekarang bola itu ada di PLN, belum memasukkan ‘api’ ke listriknya. Kalau jaringan listrik sudah kita bangun,” kata Kepala Bappeda Bandarlampung, Khaidarmansyah, saat ditemui Netizenku, Sabtu (15/1).

Pemkot Bandarlampung, lanjut dia, sudah mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan listrik IPLT agar dapat beroperasi.

Baca Juga  Eva Dwiana Ajak Pengurus IDI Bandarlampung 2021-2024 Berkolaborasi

“Bahkan tiang (listrik) sudah kita pasang semua,” ujar Khaidarmansyah.

IPLT Bandarlampung membutuhkan daya listrik sebesar 159 Kva untuk menggerakkan mesin pengolah lumpur tinja.

Khaidarmansyah menjelaskan ketika PLN memasok listrik ke IPLT maka akan dilakukan uji coba terhadap mesin pengolah lumpur tinja tersebut.

“Takutnya, kita terima, tahu-tahu mesinnya enggak hidup, kan repot. Jadi kita menunggu PLN memasukkan listrik setelah itu kita serah terima dengan Kementerian PUPR,” pungkas dia.

Asisten Manager Komunikasi PLN UID Lampung, Darma Saputra, ketika dihubungi mengatakan ada dua aspek yang harus dipenuhi agar PLN dapat memasok daya listrik ke IPLT Bandarlampung yakni aspek administratif dan aspek teknis.

Baca Juga  Jembatan Hampir Putus, Warga Pulau Pasaran Terancam Tsunami

Aspek administratif di antaranya IPLT Bandarlampung harus memenuhi Sertifikat Layak Operasi (SLO) sesuai UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

“Setiap pengguna listrik wajib memiliki SLO. Selanjutnya, sudah melakukan penyetoran biaya penyambungan yang sesuai dengan online dan daya yang diinginkan,” kata Darma.

Sementara aspek teknis, lanjut dia, ketersediaan gardu dan jaringan listrik PLN di lokasi IPLT Bandarlampung.

“Kalau jaringannya belum memadai artinya PLN harus menyediakan infrastrukturnya, dari gardu hingga jaringan,” tutup dia.

Baca Juga  IPLT Bandarlampung Berpotensi Sumbang PAD Rp2,1 M per Tahun

IPLT Bandarlampung dilengkapi dua unit mesin pengolah lumpur tinja. Selain mengolah secara mekanikal, IPLT juga dilengkapi pengolahan secara manual apabila terjadi gangguan pada mesin.

Namun untuk antisipasi listrik padam, IPLT Bandarlampung juga dilengkapi mesin genset berbahan bakar solar dengan biaya pemeliharaan mesin ditanggung oleh Kementerian PUPR selama satu tahun.

IPLT Bandarlampung dibangun di atas lahan 5.000 m² dengan nilai kontrak Rp12,8 miliar lebih dan berpotensi menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Bandarlampung lebih dari Rp2,1 miliar per tahun. (Josua)