Pesawaran (Netizenku.com): Festival Pulau Pahawang yang digelar pada Sabtu (30/11) lalu, meskipun sempat mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim dan menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah. Namun, perhelatan tahunan tersebut dinilai gagal lantaran minimnya pengunjung yang datang akibat kurangnya promosi yang dilakukan pihak Dinas Pariwisata Pesawaran.
\”Kalau saya nilai Festival Pulau Pahawang yang digelar pada Sabtu (30/11), itu gagal, karena kita tahu target Dinas Pariwisata itu 1000 pengunjung, ini yang hadir jauh dari yang diharapkan, hanya 500 orang itu juga campur dengan warga sekitar,\” kata sumber kepada Netizenku. Com.
Diutarakan dia, semestinya jika ada event semacam itu sebaiknya sebelum dilaksanakannya acara sebaiknya terlebih dahulu jauh-jauh hari dipublikasikan paling tidak melalui media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
\”Ini yang saya lihat tidak dilakukan oleh Dinas Pariwisata, seharusnya dari jauh- jauh hari sebelum acara dimulai ada pemberitahuan ke masyarakat banyak, apa lagi sekarang ada media sosial, ini tidak dilakukan, jadi wajar jika masyarakat Pesawaran banyak yang tidak tahu dengan acara sebesar itu,\” ucapnya.
Apa lagi dijelaskan dia,acara tersebut sudah meyedot anggaran dari Dinas Pariwisata tidak sedikit mencapai ratusan juga.
\”Kalau tidak salah, acara itu menghabiskan anggaran hingga Rp220 juta,\” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pesawaran, Safrizal saat hendak dikonfirmasi terkait hal itu terkesan menghindar.
\”Pak kadis lagi ngga bisa diganggu, dia belum bisa nemuin tamu lagi banyak kerjaan, sama saya juga ngga apa-apa,\” kata Sri Rahayu, Sekretaris Dinas Pariwisata di ruangannya, Selasa (10/12).
Menurutnya, apa yang diinformasikan terkait gagalnya event Festival Pulau Pahawang tersebut dibantahnya.
\”Festival Pulau Pahawang yang digelar itu sudah sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita lihat pengunjung yang hadir itu lebih dari 1000 orang. Jadi apa yang diinformasikan itu tidak benar,\” bantah Sri.
Dia juga menepis bahwa sepinya pengunjung festival itu lantaran akibat tidak adanya pemberitahuan ke masyarakat tentang adanya festival tersebut.
\”Tentang hal itu kita sudah melakukan promosi melalui medsos,\” ucapnya.
Lebih lanjut Sri menjelaskan, untuk menyukseskan event tersebut Dinas Pariwisata telah menggelontorkan dana sebesar Rp220 juta.
\”Kalau secara rinci kita ngga tahu, yang jelas untuk pekerjaan yang di sana, kita menggunakan EO untuk acara itu, jadi semua acara di sana Eo yang ngelolanya,\” pungkasnya. (Soheh)








