Sampah Tubaba Capai 30 Ton per Hari, 70 Bank Sampah Jadi Andalan di Tengah Keterbatasan Armada

Arie

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Volume sampah yang mencapai sekitar 30 ton per hari menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung.

Di tengah keterbatasan armada pengangkutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tubaba kini memperkuat strategi pengelolaan sampah dari sumber dengan mengembangkan 70 bank sampah yang tersebar di sembilan kecamatan.

Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tubaba, Iwan Setiawan, mengatakan pengelolaan sampah di Tubaba mulai diarahkan untuk tidak lagi bergantung pada pola angkut dan buang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengelolaan sampah tidak hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA, tetapi juga memperkuat pengurangan dan pemilahan dari sumbernya,” kata Iwan saat dikonfirmasi media, Selasa (11/8/2026).

Menurut Iwan, sampah yang masih memiliki nilai ekonomi diarahkan masuk ke bank sampah untuk dimanfaatkan kembali. Sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah residu dikumpulkan dan diangkut menuju TPA.
Pola tersebut dinilai penting karena tidak seluruh sampah yang dihasilkan masyarakat harus berakhir di TPA. Selain mengurangi beban tempat pembuangan akhir, pengurangan sampah dari sumber juga dapat menekan kebutuhan pengangkutan.

Baca Juga  Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba

“Saat ini, Tubaba hanya memiliki satu TPA aktif yang berada di Tiyuh Penumangan. Pengelolaan di lokasi tersebut masih menggunakan metode controlled landfill, melalui tahapan penggalian tanah, penimbunan, perataan, dan pemadatan sampah,” ucapnya.

Di sisi lain, kemampuan DLH Tubaba dalam mengangkut sampah masih terbatas. Iwan mengungkapkan, pihaknya saat ini hanya memiliki dua unit armroll dalam kondisi baik, satu unit dump truck dalam kondisi baik, serta satu unit dump truck yang mengalami rusak berat.

“Penambahan armada terakhir dilakukan pada 2025. Sementara pemeliharaan sarana dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah,” terang Iwan.

Keterbatasan tersebut, lanjut dia, membuat pelayanan pengangkutan sampah belum mampu menjangkau seluruh wilayah Tubaba. Pelayanan saat ini diprioritaskan di wilayah perkotaan, pusat pemerintahan, fasilitas umum, kawasan perdagangan, dan sejumlah permukiman tertentu.

“Masih ada wilayah yang belum terlayani karena cakupan wilayah Tubaba cukup luas, sementara jumlah armada dan tenaga masih terbatas,” ujarnya.

Selain jumlah kendaraan, kondisi jalan, jarak wilayah pelayanan, biaya operasional, serta masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam memilah sampah juga menjadi kendala dalam pengelolaan persampahan.

Baca Juga  Kwarcab Tubaba Bekali 41 Peserta Satgas Pramuka Peduli, Siapkan Relawan Muda Tangguh

“Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah yang belum terjangkau armada pengangkutan didorong untuk mengelola sampah secara mandiri, salah satunya melalui bank sampah dan pengolahan sampah organik,” pintanya.

Hingga 2026, sebanyak 70 bank sampah telah terbentuk dan beroperasi dari total 103 tiyuh/kelurahan di Tubaba. Bank sampah tersebut tersebar di sembilan kecamatan.

Rinciannya, delapan unit berada di Tulang Bawang Tengah, 12 di Tulang Bawang Udik, lima di Lambu Kibang, sembilan di Tumijajar, lima di Way Kenanga, 13 di Gunung Agung, dua di Gunung Terang, 10 di Batu Putih, dan enam di Pagar Dewa.

“Pengelolaan bank sampah melibatkan masyarakat, pemerintah tiyuh/kelurahan, kelompok masyarakat, kader lingkungan, organisasi kemasyarakatan, sekolah, dunia usaha, hingga DLH,” urainya.

Konsep yang diterapkan adalah memilah sampah sejak dari sumber. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali, sementara sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi kompos.

“Dengan sistem ini, sampah yang benar-benar harus dibawa ke TPA hanya berupa residu yang tidak lagi dapat dimanfaatkan,” terangnya.

Baca Juga  Kwarcab Tubaba Buka KMD Angkatan X 2026, 75 Peserta Disiapkan Jadi Pembina Pramuka Berkualitas

Dalam menjalankan pelayanan persampahan, DLH Tubaba juga didukung 59 petugas yang terdiri dari tenaga pengangkutan, tenaga pengelola TPA, sopir truk sampah, operator alat berat, serta penarik retribusi persampahan.

Iwan mengatakan Pemkab Tubaba terus melakukan optimalisasi armada, pemeliharaan sarana, pengembangan bank sampah, pengurangan sampah dari sumber, serta peningkatan peran masyarakat.

Keterlibatan dunia usaha juga terus didorong melalui dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk membantu pengembangan pengelolaan sampah.

“Ke depan, Pemkab Tubaba menargetkan perluasan cakupan pelayanan persampahan, penambahan dan penguatan bank sampah, peningkatan pemilahan sampah dari sumber, pengolahan sampah organik, serta peningkatan sarana dan prasarana,” tambahnya.

Pemerintah daerah juga ingin mengurangi ketergantungan terhadap TPA dengan membangun sistem persampahan yang lebih menekankan pada pengurangan dan pengolahan.

“Targetnya membangun sistem persampahan yang tidak hanya bersifat angkut-buang, tetapi berbasis pengurangan, pengolahan, dan ekonomi sirkular. Pemkab berharap penguatan sistem tersebut dapat menekan volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)

Editor : Arie

Berita Terkait

Disnak Keswan Tubaba Awasi 7 SPPG, Pastikan Bahan Pangan MBG Aman dan Berkualitas
Sekda Tubaba Pimpin Evkin ASN, Peringkat OPD Bakal Diumumkan Tiap Semester
Kwarcab Tubaba Bekali 41 Peserta Satgas Pramuka Peduli, Siapkan Relawan Muda Tangguh
Kwarcab Tubaba Buka KMD Angkatan X 2026, 75 Peserta Disiapkan Jadi Pembina Pramuka Berkualitas
Ribuan Warga Tubaba Salat Istisqa, Doakan Hujan Segera Turun
Pemkab Tubaba Cari Formula Pembiayaan Siltap Aparatur Tiyuh di Tengah Keterbatasan Fiskal
Pemkab Tubaba Diminta Perketat Penganggaran Belanja Hibah dalam APBD 2027
TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Tubaba, Perkuat Pemberdayaan Keluarga

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Lampung Perkuat Hilirisasi Kakao Pesawaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Gubernur Lampung Raih Penghargaan Pendukung Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Batin Wulan Lantik Pengurus PMI Kota Metro 2026–2031, Tekankan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Marindo Kurniawan Raih Peringkat Kedua ADLG Awards 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Gubernur Lampung Dorong Tahura WAR Jadi Destinasi Unggulan Ekowisata Lampung

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Lampung Dorong ASITA Travel Fair 2026 Perkuat Konektivitas Wisata Lampung-Malaysia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Komoditas dan Penguatan Ekonomi Desa di Lampung

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Iwan Mursalin

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Pimpin Evkin ASN, Peringkat OPD Bakal Diumumkan Tiap Semester

Kamis, 15 Okt 2026 - 20:49 WIB

Lampung Selatan

PUPR Lampung Selatan Sertifikasi 100 Tenaga Kerja Konstruksi

Kamis, 15 Okt 2026 - 13:45 WIB