Talangpadang (Netizenku.com): Diduga akibat korsleting listrik, rumah milik Saiful Anwar (60) warga Dusun Kebon Kelapa, Pekon Sinarbanten, Kecamatan Talangpadang, ludes dilalap si jago merah, Minggu sore (10/4).
Menurut saksi mata Sanuri, warga setempat mengatakan, kejadian sendiri terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, saat kejadian kondisi rumah kosong karena ditinggal menghadiri acara yasinan kerabatnya di Pekon Sukabandung, Kecamatan Talangpadang.
“Sekitar jam 17.15 WIB saya sedang salat, usai salat saya mendengar ada teriakan kebakaran di belakang rumah, spontan saya langsung berlari bawa ember air. Saya juga sempat mendobrak pintu warung lalu mengeluarkan 8 buah tabung gas Elpiji,” kata Sanuri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan alat seadanya lanjut Sanuri, dibantu warga lainnya berjibaku memadamkan api yang kian membesar, karena angin terlalu kencang upaya warga tak membuahkan hasil sampai mobil damkar tiba di lokasi.
“Tidak ada yang tersisa semuanya ludes terbakar, ya cuma 8 tabung gas elpiji yang bisa diselamatkan kalau sampai terbakarkan bahaya,” ujar Sanuri .
Sementara Penjabat (Pj) Kepada Pekon Sinarbanten, Ansordisota, yang turun ke lokasi mengatakan atas nama pemerintah pekon turut prihatin dengan musibah yang menimpa Anwar dan keluarga, kemudian pihaknya juga sudah melaporkan kejadian kebakaran ini ke camat Talangpadang, dan pihak kecamatan sudah berkordinasi dengan Dinas Sosial juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten.
“Sudah saya laporkan ke pak camat, dan pak camat juga sudah melaporkan kejadian ini ke Dinsos dan BPBD, Insya Allah besok akan kami koordinasikan langkah yang akan diambil,” terangnya.
Untuk jumlah kerugian tambahnya, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan, namun ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
“Segera akan kami sampaikan mengenai jumlah kerugian korban, tapi yang pasti tak satupun harta benda milik korban yang dapat diselamatkan seperti, satu unit sepeda motor, satu buah tabung gas elpiji, dagangan warung, material rumah, televisi, kulkas, CD Player, perabotan rumah, surat rumah, uang tunai senilai 5 juta rupiah dan satu unit mesin jahit semua ludes terbakar,” jelas Ansordisota.
Sementara itu Komandan Pleton Pemadam Kebakaran Posko Pulaupanggung, Arya, menuturkan setelah mendapat informasi dari aparat pekon, kemudian pihak Damkar posko Talangpadang menghubungi Damkar posko Pulaupanggung meminta bantuan, setelah itu armada langsung meluncur menuju lokasi.
“Meski tak ada yang bisa terselamatkan namun syukur alhamdulillah setelah menurunkan dua unit armada pemadam kebakaran, api dapat dipadamkan, sehingga tidak sampai merambat ke bangunan yang lain, mengingat lokasi termasuk pemukiman padat penduduk,” ujar Arya. (Arj/len)








