Bandarlampung (Netizenku.com): Sungai Sukarame sepanjang 2,5 Km dan lebar 5 meter yang terletak di Jalan Pulau Sebesi Kecamatan Sukarame disulap menjadi taman bermain oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) lewat Program Corporate Social Responsibility (CSR).
Sebelum dilakukan konservasi oleh BRI, sungai tersebut memiliki air yang kotor, keruh, dan
mengalami pendangkalan sehingga banyak ditumbuhi eceng gondok dan rumput liar. Pendangkalan tersebut dikarenakan banyaknya lumpur serta banyaknya sampah yang
dibuang ke sungai.
Sungai Sukarame berada di daerah permukiman padat penduduk dengan jumlah kepala keluarga (KK) lebih dari 1500 KK dan berada di dekat 2 perguruan tinggi negeri; Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) dan Institut Teknologi Sumatera (Itera).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Human Capital PT BRI, Herdi Rosadi Harman, saat meresmikan taman bermain pada Selasa (15/12) mengatakan pihaknya melalui Program BRI Peduli memberikan Program CSR untuk dilakukan Konservasi
Kawasan Sungai Sukarame.
Program Konservasi Kawasan Sungai Sukarame terdiri dari 2 kegiatan yaitu bersih-bersih sungai (BRI Clean) dan sosialisasi Sampah Jadi Duit.
\”Program konservasi sungai dilakukan dengan pembersihan aliran sungai sepanjang 1 Km
dengan lebar sungai lebih dari 5 meter, dan pengecatan dinding sungai serta
membangun sarana dan prasarana di kawasan tepi sungai seperti melakukan penghijauan, dan pembuatan taman,\” kata Herdi Rosadi.
Taman BRI difasilitasi gapura taman, gazebo, bangku taman, permainan outdoor, paving, lampu taman, dan tempat sampah organik/anorganik.
Sementara Program Sampah Jadi Duit, BRI memberikan sosialisasi terkait edukasi pengelolaan sampah kepada warga Kelurahan Sukarame dan Kelurahan Sukarame Baru yang berkoordinasi dengan RT/RW dan Lurah setempat dengan bekerja sama dengan pengepul yang telah dilaksanakan pada 1 September 2020.
Herdi Rosadi menjelaskan mekanisme pengelolaan sampah tersebut dilakukan pemilahan untuk memisahkan sampah-sampah anorganik seperti botol, sampah plastik dan sampah anorganik lainnya.
\”Sampah plastik akan diolah
menggunakan mesin pengolah sampah untuk dicacah menjadi lebih kecil kemudian dijual ke
pengepul yang telah bekerja sama,\” ujar Herdi.
Untuk mendukung Program Sampah Jadi Duit tersebut, Bank BRI telah menyiapkan 2 unit mesin pengolah sampah dan diserahkan secara simbolis kepada warga Kelurahan Sukarame dan Kelurahan Sukarame Baru.
Program bersih-bersih Sungai Sukarame ini merupakan Program CSR BRI di beberapa titik di Indonesia.
\”Di kota jarang sungainya bersih jadi obyek wisata, sebagai spot masyarakat. Kita harus menjaga dan mengawal memastikan sungai sesuai perannya bukan sebagai tempat membuang sampah. Menjaga kebersihan sungai harus menjadi bagian dari kehidupan kita,\” tegas Herdi.
Dia berharap melalui Program CSR BRI Peduli bisa membantu pemerintah kota setempat menjaga lingkungan dan mengedukasi masyarakat.
Camat Sukarame Zalahudin Zam Zami mengapresiasi bantuan BRI kepada warganya. Mesin pencacah sampah yang diberikan akan dimanfaatkan untuk mengolah sampah di sekitar taman bermain agar tidak menambah debit sampah yang dari hulu sungai.
\”Untuk pengawasan nanti ada lurah dan RT. Ini upaya meminimalisir penumpukan sampah, dari sampah besar ke sampah kecil, dan anorganik menjadi organik,\” singkat dia. (Josua)








