Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Ponco Nugroho yang saat ini menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), akan tunduk patuh terhadap aturan dan keputusan partai.
Hal itu diungkapkannya menanggapi surat Mosi Tidak Percaya terhadap dirinya yang dilayangkan sejumlah anggota DPRD melalui fraksi-fraksi dan komisi kepada ketua Fraksi PDI Perjuangan, saat melakukan jumpa pers dengan awak media di Dayamurni, Kecamatan Tumijajar, Selasa siang (7/6).
“Saya ini petugas partai. Sampai hari ini sampai ada keputusan partai saya tetap menjalankan pimpinan dewan,” kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi Mosi Tidak Percaya, menurutnya, pihaknya pasti punya kekurangan, dalam memimpin juga pasti memiliki kekurangan, kekurangan tersebut bisa tertutupi dengan saling menutupi dan bersinergi.
“Kekurangannya dimana ayo kita tutupi.
Karena kita satu lembaga, ya satu tujuan kita bagaimana Tubaba yang sama-sama yang kita cita-citakan bagaimana menjadi kabupaten yang terdepan optimis dan pasti maju. Harapan kami kita sinergi, tidak ada lain tujuan kita selain untuk rakyat masyarakat Tubaba,” mintanya.
Menurutnya, masalah internal di DPRD tersebut merupakan hal yang biasa dan lumrah terjadi, sehingga pihaknya akan menyikapi secara dewasa.
“Ponco ini petugas partai dan kami punya mekanisme tersendiri. Ponco menjadi ketua DPRD ini ada tahapan-tahapan, dan menjadi Ketua DPRD itu ranahnya DPP. Kalau saya punya salah terhadap partai dan partai melayangkan surat, saya taat dan tunduk patuh,” ujar Ponco yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tubaba ini.
Menyikapi wacana fraksi-fraksi di DPRD Tubaba tidak memperbolehkan dirinya untuk memimpin rapat-rapat di dewan termasuk rapat paripurna, menurut Ponco, pimpinan DPRD punya mekanisme kolektif kolegial, sehingga urusan tersebut bisa didelegasikan kepada pimpinan lain.
“DPRD adalah kolektif kolegial. Ketua, wakil ketua, alat kelengkapan, ada tugas masing-masing. Artinya kita tempatkan tugas itu. Sampai hari ini sampai ada keputusan partai, saya tetap menjalankan pimpinan dewan. Saya petugas partai, justru saya salah kalau tidak menjalankan tugas itu,” ungkapnya.
Disisi lain, saat dijumpai Ketua Komisi II DPRD Tubaba Sudirwan S.Sos di gedung DPRD, mengakui berdasarkan kesepakatan dalam rapat lintas fraksi dan komisi pada Senin (6/6) seluruh fraksi tidak memperbolehkan Ponco Nugroho untuk memimpin rapat-rapat di DPRD.
“Kalau dia yang memimpin rapat kami tidak akan hadir. Mosi ini puncak dari semua persoalan yang terjadi di DPRD,” ungkapnya.
Hal senada diucapkan Wakil Ketua DPRD Tubaba Busroni, SH. Menurutnya semua fraksi meminta Fraksi PDI Perjuangan segera mengambil sikap terkait Mosi tersebut. Bahkan, lima fraksi di DPRD akan melayangkan surat kepada Badan Kehormatan (BK) untuk menyikapi Mosi Tidak Percaya tersebut.
“Semua fraksi meminta Ponco Nugroho diganti. Soal siapa penggantinya kami serahkan ke PDIP. Para anggota dewan tidak percaya lagi dengan kepemimpinan Ponco,” pungkasnya. (Arie/Leni)








