oleh

PMII Dakwah UIN Lampung Bekali Simulasi Aksi untuk Ratusan Anggota Baru

Bandarlampung (Netizenku.com): Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Dakwah dan Ilmu Komunikasi sukses menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) yang dihelat di Yayasan Nurul Jamil, Jalan Flamboyan, Labuhan Dalam l, Bandarlampung, Jumat hingga Minggu (2-4/11).

Acara rekrutmen anggota baru ini, diikuti oleh 157 peserta yang berasal dari mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung. Peserta didominasi oleh mahasiswa asal Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Baca Juga  RFK Dapat Restu Pemprov Gelar Festival Film Islam Lampung

\”Acara ini diikuti oleh 157 orang ataupun peserta. Sebanyak 140 orang merupakan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, sedangkan sisanya merupakan mahasiswa asal fakultas dan kampus lain,\” ujar ketua pelaksana kegiatan, Arif di lokasi.

\"\"

Ia memaparkan, para peserta dibagi menjadi 2 kelas agar berjalannya kegiatan yang kebanyakan merupakan pemberian materi dapat berjalan dengan baik. \”Kita bagi peserta menjadi 2 kelas. Hal ini dilakukan agar materi yang disampaikan bisa lebih kondusif,\” kata dia.

Baca Juga  Tjahyo Kumolo Harap Unila Jadi Kampus Pelopor Anti Radikalisme

Sementara itu, Ketua Rayon PMII Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Nur Ihsannudin, mengatakan bahwa PMII harus konsisten menjadi organisasi yang senantiasa membawa perubahan baik di masyarakat.

Dirinya pun menjelaskan, bahwa dalam Mapaba PMII kali ini, pihak panitia melakukan simulasi unjuk rasa agar anggota baru paham mengenai gerakan jalanan yang kali ini eksistensinya kurang terlihat.

Baca Juga  Reuni Perak Angkatan 94 SMPN 2 Tanjungkarang Berlangsung Meriah

\”PMII harus tetap konsisten menjadi organisasi pengkaderan yang membawa perubahan baik di masyarakat. Kami pun sengaja memberikan simulasi aksi kepada anggota baru agar mereka paham mengenai gerakan ekstra parlementer yang keberadaannya kini tengah memudar. Tren mahasiswa berubah dari perlawanan di jalanan menjadi seminar seremonial belaka,\” pungkas Ihsanuddin.(Agis)

Komentar